PT Anugerah Bahari Pasifik Serahkan Santunan Kematian ABK Hampir Rp300 Juta

  • Whatsapp
Spread the love

Jakarta, Sobatjuang.id – Seorang Awak Buah Kapal (ABK) Indonesia bernama Rilian J Seay dengan nomor paspor C 4242782 meninggal dunia akibat kecelakaan kerja di atas kapal di Samudera Pasifik pada 16 Maret lalu. Jenazahnya pun oleh PT. Anugerah Bahari Pasifik dipulangkan ke kampung halamannya di Ambon.

“Almarhum Rilian meninggal akibat tertimpa pukulan lingga kapal Lurong Yuanyu No. 976 yang dikemudikan oleh wakil kaptel kapal Liu Li Gang di atas kapal pancing di Atlantik Barat Daya,” ujar Direktur ABP, Hengki Wijaya ditemui di Direktorat Perkapalan dan Kelautan (Dirkapel) Kemenhub, Senin (26/10/2020).

Kunjungan Hengki ke Dirkapel itu didampingi oleh Ketua Badan Buruh dan Pekerja Pemuda Pancasila, Jamaluddin Suryahadikusuma. Turut hadir pada menyaksikan acara penyerahan asuransi kematian ABK itu, Direktur Dirkapel, Hermanta didampingi Kasubdit Pengawakan Endang dan pengacara korban, Tonny Pangaribuan mewakili keluarga almarhum

Hengky menyampaikan, bahwa, sebelumnya uang duka Rp200 juta sudah ditransfer ke ibunda Almarhum dengan bukti terlampir disampaikan dan uang itu sudah diterima ibundanya.

“Selain yang ditransfer, juga ada uang cash USD 5.000 yang kami berikan hari ini kepada pengacara keluarga korban,” ujar Hengki.

Almarhum, lanjut Hengki yang juga wakil sekretaris Badan Buruh dan Pekerja Pemuda Pancasila ini baru 6 bulan bekerja dan lulusan SMK Perkapalan.

Di tempat yang sama, Dirkapel Hermanta mengapresiasi pimpinan PT. ABP yang telah datang langsung dan menyampaikan uang duka. Dirkapel meminta agar seluruh Manning Agency mulai saat ini mendata seluruh ABK yang dipekerjakannya di luar negeri.Tujuannya, yaitu agar jika terjadi musibah di atas kapal, pemerintah memiliki informasi untuk membantu permasalahannya.  

“Kami terus bekerja untuk membantu penyelesaian kasus-kasus ABK yang bekerja di luar negeri. Karena itu, kami minta pihak manning agency agar kooperatif seperti perusahaan Pak Hengki,” imbuhnya.

Mengomentari kasus ABK ini, Ketua BBP3 Jamal mengatakan bahwa pihaknya selama ini selain melayani kasus-kasus ABK juga melakukan edukasi baik kepada Calon ABK maupun manning agency.

“Tujuannya, agar baik ABK maupun perusahaan memahami dengan baik dan benar tentang posisi masing-masing di mata hukum agar jika terjadi permasalahan, perusahaan bisa mempercepat penyelesain hak-hak pekerjanya,” pungkas Jamal yang mantan Staf Khusus TKI Terancam Hukuman Mati era Presiden SBY ini. (Zul).

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *