Badan Buruh Pemuda Pancasila Apresiasi Kepala BP2MI Dapat Anugerah The Rising Star of Democracy

  • Whatsapp
Spread the love

Jakarta  Sobatjuang.id ­­– Meski baru genap 6 bulan Benny Rhamdani menjabat sebagai Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, gebrakan Benny ternyata  banyak mendapat sorotan publik. Salah satunya dari lembaga media bernama teropongsenayan.com

Bersama dengan tokoh lain seperti Bambang Soesetyo, Ketua MPR RI,  Agus H. Yudhoyono, Ketua Umum Partai Demokrat,  dan Ahmad Syaiku, Presiden PKS Benny dianugrahi ‘The Rising Star Of Democracy’  pada urutan kedua dari 4 tokoh yang menerima dalam kategori yang sama. Pemberian anugrah ini bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda dan bagian dari tokoh-tokoh Teladan Demokrasi Award 2020. 

“Para tokoh Teladan Demokrasi dibutuhkan sebagai bintang penuntun untuk membawa Indonesia ke jalur demokrasi yang diidealkan. Demokrasi yang bukan hanya semata prosedural namun yang lebih penting demokrasi substantif”, tutur Pemimpin Redaksi Teropong Senayan, Rihad Wiranto dalam jumpa pers Rabu (28/10).

Menurut  Rihad,  Para tokoh-tokoh nasional inilah harapan demokrasi Indonesia ke depan. Event nasional Teropong Democracy Award (TDA) 2020 digagas media Teropong Senayan secara virtual, Rabu (28/10).

“Selama 2020, ketahanan demokrasi di Indonesia diuji oleh sejumlah tantangan yang sempat menimbulkan gejolak. “Para tokoh-tokoh inilah harapan demokrasi Indonesia ke depan”, pungkasnya.

Mengomentari anugerah Kepala BP2MI, Ketua Badan Buruh Pemuda Pancasila, Jamaluddin Suryahadikusuma mengatakan kinerja Benny selama 6 bulan ini memperlihatkan komitmennya yang kuat untuk memberikan pelindungan  bagi Pekerja Migran Indonesia.   

“Pelindungan PMI memang menjadi ruhnya BP2MI,” ujar Jamal.

Jamal yang pernah menjadi Staf Khusus TKI Terancam Hukuman Mati Era Presiden SBY ini mengatakan bahwa BP2MI terlahir memang untuk tujutan suci memberikan pelindungan bagi PMI baik yang bekerja di darat, khususnya mereka yang bekerja sebagai Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT), maupun mereka yang menjadi Awak Buah Kapal ( ABK).

Jamal menambahkan, pelindungan ini juga menyangkut aspek pembiayaan PMI. Karena itu, dia setuju dengan gebrakan Benny untuk menerapkan kebijakan zero cost untuk PMI sektor PLRT ini.

Padahal, kata Jamal, dalam urusan pembiayaan ABK juga pun perlu diberikan zero cost mengingat mereka juga merupakan pahlawan devisa bagi negara. Termasuk di dalamnya, peran BP2MI dalam mengawasi mahalnya pembiayaan Calon PMI ke Korea Selatan padahal resminya tidak sampai 12 juta pembiayaan itu.

“Kami menunggu gebrakan Brani khususnya dalam mengawasi dugaan oknum BP2MI baik di pusat maupun daerah yang menikmati “kue mahalnya” pembiayaan CPMI ke Korsel,” pungkas Jamal.  (Zul)

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *