Gita Wiryawan Kena Tipu Puluhan Miliar , Pengacara IDE Tegaskan Hoax

  • Whatsapp
Spread the love

Jakarta, Sobatjuang.id- Baru-baru ini tersiar kabar, kalau perusahaan mantan Menteri Perdagangan RI Gita Wiryawan, PT. MAJ Bekasi Sejahtera (MBS) mengalami kerugian puluhan miliar, karena menjadi korban penipuan berkedok investasi pembangunan apartemen di kawasan Cibubur sekitar tahun 2017-2018 lalu.

Terkait kerugian 33 miliar sebagai mana ditulis sebuah media, Pengacara PT. IDE, Doddy Harrybowo, SH membantah soal kerugian yang dialami Gita Wiryawan. Pasalnya, sudah ada Akta Penyelesaian antara PT IDE dengan PT MAJ.

“Kami mau konfirmasi bahwa soal kerugian PT MAJ sudah ada Akte Perjanjian Penyelesaiannya, tahapan pembayaran dan besarannya,” ujar Doddy dalam kiriman rilis yang diterima redaksi, Rabu (11/11/2020).

Dody mengungkapkan, saat ini kasus kliennya sedang digelar di PN. Jakarta Selatan. Rencananya JPU akan menghadirkan belasan saksi-saksi termasuk saksi Ahli dari PPATK, namun saat saksi dari Jaksa yang bernama S, menyampaikan di persidangan, “bahwa sudah ada penyelesaian mengenai sengketa pembangunan Apartemen di Cibubur antara Pemodal PT. MAJ dengan PT. IDE selaku pemborong, diselesaikan dalam Akta Notaris, bulan Oktober tahun 2018 termasuk cara dan jumlah  pengembalian dan apa yang sudah dikembalikan PT. IDE yaitu 16 Milar“, ujar saksi S.

Saat ditanya Majelis Hakim, apakah saksi S juga pernah mengembalikan fee komisi arrangger dari PT. IDE, jawab S, “sudah saya kembalikan yang Mulia” sebesar Rp.3,8 millar ke PT. MAJ, itu fee komisi saya, karena saya yang mengenalkan PT. IDE ke PT. MAJ”. Proyek yang dikerjakan PT. IDE benar- benar ada, tidak fiktif, karena PT. IDE sudah berpengalaman pernah membangun proyek apartemen.”

Bahkan saksi S sempat menanyakan, kenapa permasalahan ini bisa bergulir di persidangan?, Karena perjanjian penyelesaian antara PT. IDE dan PT. MAJ sudah dibuat dan ditandatangan oleh para pihak yang kana jatuh tempo tanggal 30 Juni 2020, namun belakangan menurut Auditor PT. MAJ yaitu sdr. MU, perjanjian tersebut tidak fair.

Saat ditelusuri siapa MU itu?, Kenapa bisa muncul setelah perjanjian penyelesaian ditandatangani?, Menurut saksi S, MU itu wakil dari PT. MAJ, dan pernah menjadi wakil pemilik tanah Sugiono di Cibubur, saksi S tidak tahu kenapa MU bisa menjadi pihak yang mewakili PT. MAJ?.

“Memang benar sudah ada Akta Penyelesaian bersama dengan pihak PT. IDE kata Direksi PT. MAJ Bekasi Sejahtera. Sungguh menarik, fakta-fakta yang muncul di persidangan PN. Jakarta Selatan, menyangkut PT. MAJ Bekasi Sejahtera yang pemliknya Mantan Mendag Gita Wiryawan (Ancora Group). Kali ini JPU menghadirkan saksi pelapor,” beber Doddy.

Doddy menceritakan, Saksi THS saat ditanya oleh majelis Hakim, sejak kapan saksi menjabat Direktur PT. MAJ, “saya lupa yang Mulia”, ujar THS, masa saudara lupa kapan diangkat jadi direktur di PT.MAJ, saya saja (Hakim) masih ingat kapan saya diangkat jadi Hakim.

Saksi THS, mengakui pernah ada kerjasama antara PT. MAJ dengan PT. IDE di tahun 2017, untuk membangun apartemen di kawasan Cibubur namun di tengah jalan pemilik tanah sdr. Sugiono membatalkan sepihak, tanah yang telah dijualnya ke PT. IDE, saksi mendengar sdr. Sugiono pernah menerima uang muka Rp. 7,6 Milar untuk penjualan tanah, namun selanjutnya dibatalkan sepihak oleh Sugiono.

Lanjut kata THS, modal yang disetor oleh PT. MAJ untuk pengadaan tanah sebesar Rp. 39 millar, dan sudah ada pengembalian yang dilakukan PT. IDE melalui Akta Perjanjian Penyelesaian di bulan Oktober 2018 sebesar Rp. 16 miliar, sisanya melalui penjualan saham.

Sedangkan saksi JS, mengakui memang benar sudah ada pengembalian dari PT. IDE, dan ada yang langsung diterima oleh sdr. MU sekitar 2 milyar lebih. Saat ditanyakan tim Pengacara PT. IDE, Doddy

Harrybowo, SH mengenal siapa sebenarnya sosok MU ini, kok bisa menerima uang pengembalian dari PT. IDE?, saksi JS menjawab, “MU itu wakil dan Kepala Auditor PT. MAJ, dia MU menampung dana yang masuk.”

Di persidangan Saksi 2 Sdr. II mengatakan, ada sejumiah uang pengembalian yang diterima MU, atas arahan dari JS melalui whatsapp. Menurut II , “ada pengembalian sebesar Rp. 4 Miliar di luar Rp. 16 milar yang telah disepakati sesuai Akta Perjanjian Penyelesaian, ada yang ditransfer langsung ke Rek. PT. MAJ  dan ada yang langsung ditranster ke Rek. MU.” Perinciannya yaitu dari Rp.39 M, sudah dikembalikan PT. IDE Rp.16 M, dari saya Rp. 4 M, dari Sugeng Rp. 4,5 M dan dari HG Rp. 500 juta jadi total kurang lebih Rp. 9 M.

Nama MU sering muncul di persidangan PT. MAJ Bekasi Sejahtera (Ancora Group), namun namanya tidak ada di daftar  saksi Jaksa  kata Pengacara PT. IDE, Doddy Harrybowo, SH.

Nama MU (inisial) sering disebut-sebut oleh  Bekasi Sejahtera (Ancora Group), seagai orang yang menerima sejumlah uang pengembalian modal dari PT, IDE di persidangan PN Jakarta Selatan namun anehnya orang ini, “MU” tidak ada dalam daftar saksi maupun di BAP di kepolisian/ penyidik, padahal Klien saya mentransfer sejumlah uang ke MU, bukti transfer ada, kata Doody Harrybowo, SH.

Sepertinya ada pihak-pihak yang melindung MU dan tidak ingin bersaksi di pengadilan, padahal kasus ini melibatkan perusahaan besar Ancora group milik Gita Wiryawan. MU harusnya hadir, supaya perkara ini menjadi terang dan muncul kebenaran yang hakiki, klien saya dengan PT. MAJ sudah menandatangani Akta Perjanjan Penyelesaian pada Oktober 2018 lalu,  kok muncul MU sebagai orang yang mengaku sebagai wakil dan auditor dari PT. MAS Bekasi Sejahtera, dan MU ini pernah menerima sejumlah uang dari klien saya, apakah dibenarkan dalam SOP perusahaan sebesar Ancora group, transfer uang bukan ke rekening perusahaan?.

“Justru klien saya yang banyak dirugikan, ia sudah membayar ke PT. MAJ, namun proses hukum dilanjutkan, siapa yang sebenarnya melakukan penipuan?,” pungkas Doddy. (Red)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *