Paska Ayub Terpilih Jadi Ketum Apjati, Buruh Pemuda Pancasila Kirim Pesan Penting

  • Whatsapp
Spread the love

Jakarta, Sobatjuang.id – Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (Apjati) baru saja menggelar Musyarah Nasional (Munas) Apjati di di Hotel Grand Mercure, Bandung, dari Kamis-Sabtu 26-29 November 2020. Munas akhirnya memilih Ayub Basalamah untuk memimpin Apjati setelah unggul dalam pemilihan Ketua Apjati Periode 2020-2024.

Dalam pemilihan Ketua Apjati yang berlangsung dengan sengit it, Ayub Basalamah berhasil meraih suara sebanyak 90 atau 66 persen dari jumlah 136 suara sementara Iman Subali meraih 40 suara sementara 2 suara abstain.

Ketua Badan Buruh & Pekerja Pemuda Pancasila (BBP3), Jamaludin Suryahadikusuma yang diundang hadir sebagai satu-satu Peninjau Munas Apjati dari unsur Ormas Kekaryaan Pemuda (OKP).

Jamal mengucapkan selamat atas terselenggaranya Munas Apjati ini dengan aman, lancar, dan penuh dalam suasana keakraban hingga peserta Munas berhasil menyelenggarakan seluruh rangkaian Munas, Rapat-Rapat Komisi Program hingga akhirnya memilih Ketua Umum, Ayub Basalamah menyisihkan 3 kandidat kuat lainnya.

Jamal yang juga pernah menjadi Staf Khusus TKI Terancam Hukumuan Mati era Presiden SBY ini mengatakan pemulihan ekonomi dunia yang sedang berjalan ini sudah berlangsung di negara-negara penerim PMI mulai dari Asia Pasifik, Eropa & USA dan Timur Tengah.

Untuk itu, lanjut Jamal, tantangan penempatan PMI yang harus dilakukan Apjati di bawah kepemimpinan Ayub cukup berat. Era penempatan di mana mengharuskan PMI selain memiliki skill dan kompetensi yang sesuai dengan job yang mereka dapatkan juga harus memiliki prasyarat kesehatan yang prima dan bebas dari penyakit Covid-19.

“Jadi, Apjati harus menjamin semua ratusan anggota P3MI yang menempatkan PMI benar-benar melakukan sertifikasi kesehatan SWAB. PCR kepada PMI yang akan ditempatkan,” tegas Jamal.

Diakui Jamal, di era Ayub memang sudah banyak melakukan terobosan baik dalam sisi penempatan maupun perlindungan PMI. Ayub koncern dengan upaya penempatan PMI yang bebas biaya (zero cost), mengawasi dengan ketat anggotanya yang melakukan penempatan prosedural melalui sistem informasi dan teknologi semacam Sisco yang ada di BP2MI, dan Kemenenaker.

Jamal sendiri sudah pernah diundang ke Apjati untuk melihat cara kerja Sisko Apjati yang terkoneksi dengan lembaga penempatan pemerintah pusat dan daerah, dengan asosiasi seperti Medical Chek Up, BLKLN dan mitranya di luar negeri.

“Kita berharap ada ekspose ke publik terhadap kinerja Sisco Apjati dalam melakukan pengawasan terhadap bisnis penempatan P3MI anggotanya. Ini penting agar publik tahu Apjati memang melakukan good surveillance kepada anggotanya,” ujar Jamal.

Catatan lain yang disampaikan Ketua BBP3 yaitu Apjati diminta agar terus terlibat dalam melawan sindikat mafia nonprosedural.

“Kami meminta agar Pak Ayub sebagai ketua terpilih Apjati melakukan edukasi terhadap anggotanya untuk taat aturan UU 18 Tahun 2017,” pungkas Jamal.

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *