LPK Champion Siap Latih Warga Brebes untuk Penempatan PMI Ke Jepang

  • Whatsapp
Spread the love

Jakarta, Sobatjuang.id – Lembaga Pelatihan Ketrampilan (LPK) Champion yang beralamat  di Jl. KH Asral, Blok Mesjid No. 16 Rt. 05 Rw. 01, Kecamatan  Losari, Kab. Brebes siap untuk membantu pemerintah daerah dalam membantu perluasan kerja ke Jepang. Penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) akan membantu banyak warga yang tadinya terkena Pemutusan Hubungan Kerja akibat pendemi yang masih berlangsung saat ini.

“Insya Allah LPK Champion siap melatih warga Pantura, khusunya warga yang berada di Brebes, dan Tegal untuk dilatih bahasa Jepang sehubungan dengan adanya permintaan PMI ke negera Sakura sekitar 70.000,” ujar Pimpinan Umum LPK Champion, Prenti Mediana dalam wawancara dengan redaksi, Minggu Sore (20/12/2020).

Menurut Prenti, penempatan PMI ke Jepang merupakan salah satu favorit bagi PMI asal Pantura. Hal ini disebabkan karena tingginya gaji yang diterima per bulan di samping pelindungan yang pari purna.

Pengangguran di Brebes, kata Prenti mengutip data Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kab. Brebes untuk tahun lalu berjumlah  72.000 orang. Nah, kalau kita dalam 1 tahun bisa menempatkan 500 orang saja maka ada 500 keluarga yang keluar dari  kemiskinan.

“Kami koncern untuk membantu pemda dalam mencarikan lowongan kerja di luar negeri. Hanya melalui penempatan PMI ke luar negeri soal pengangguran ini cepat teratas dengan baik dan keberhasilan pemda salah satu indikatornya ditentukan dengan keberhasilannya dalam mengatasi masalah pengangguran,” imbuh Prenti yang juga Bendahara Umum Badan Buruh & Pekerja Pemuda Pancasila ini.

Sebelumnya, seperti diberitakan laman detik.com. Indonesia berpeluang memasok 70.000 tenaga kerja ke Jepang. Pasalnya negeri berjuluk Matahari Terbit itu sedang defisit tenaga kerja.

Hal itu diungkapkan Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Jepang Tri Purnajaya. Menurut Tri Jepang defisit 345 ribu tenaga kerja pada 14 sektor, mulai dari pertanian, makanan, hingga manufaktur.

 “Tapi itu juga harus punya persyaratan orang dengan kemampuan khusus. 345 ribu tenaga kerja (yang tersedia), itu bersaing dengan negara lain untuk diisi 5 tahun ke depan,” ucap Tri saat di kantor KBRI Indonesia untuk Jepang di Tokyo, Rabu (5/2/2020).

Meski ada peluang kerja di Jepang, tak mudah bagi warga negara Indonesia untuk bisa bekerja di Jepang. Sebab, perlu keterampilan yang mempuni termasuk menguasai bahasa Jepang.

“Kalau 70 ribu, skil ada tapi nggak satisfied bagaimana. Jadi harus ada sertifikat, terus kursus bahasa. (Istilahnya) bukan hanya ngelas sepeda saja, (tapi) harus punya kemampuan bahasa juga,” ucapnya.

Tri mengatakan pemerintah Indonesia serius mengejar peluang itu, baik itu di era Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Hanif Dhakiri, maupun Menaker saat ini Ida Fauziyah, sudah mengunjungi Jepang untuk mempromosikan tenaga kerja Indonesia.

“Pemerintah kerja keras memformulasikan, menciptakan platform supaya ada flow lebih lncar karena harus bangun informasi database. Indonesia juga harus memetakan terhadap skil yang kita punya, yang punya kemauan dan punya bahasa. Skill cocok, tapi nggak bisa bahasa Jepang ya sama saja. Bahasa itu penting. Itu tantangan kita bukan hanya untuk skill,” kata dia.

Tri menambahkan peluang untuk tenaga kerja Indonesia di Jepang sendiri terbuka. Selain karena defisit, tenaga kerja Indonesia terbilang lebih murah ketimbang China.

“Buat Jepang, Indonesia itu strategis. Selain tenaga kerja banyak yang muda dan produktif, kita punya tenaga kerja murah, lebih murah dibanding China. Saingan kita Vietnam. Kemudian bagi Indonesia, keuntungannya bayaran di sini tinggi dan nyaman kerja di sini. Perusahaan Jepang perhatiannya cukup besar,” tuturnya. (Zul)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *