Cegah Warga Kena Denda Rp 250 Ribu, FKDM Cakung Siap Sosialisasikan Kebijakan Masker Kain

  • Whatsapp
Spread the love


Jakarta, Sobatjuang,id – Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kecamatan Cakung siap mensosialisasikan kebijakan baru Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang telah menetapkan standar masker yang dapat digunakan masyarakat selama pandemi Virus Corona (Covid-19). Pasalnya, Jika masker tak sesuai standar, warga terancam denda Rp250 ribu.

“Kami siap membantu mensosialisasikan kebijakan Master bersertifikat yang telAH ditetapkan Gubernur Pak Anis untuk lingkungan Kecamatan Cakung,” ujar Ketua FKDM Cakung, Rohmat, di Jakarta, Senin (18/1/2020).

Menurut Rohmat, ketentuan itu diatur dalam Peraturan Gubernur Nomor 3 Tahun 2021 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Covid-19. Dalam Pasal 3 ayat (1) Pergub dijelaskan bahwa standar masker terdiri atas standar masker bedah dan standar masker kain.

Untuk masker bedah, Anies mengatakan ada tiga kriteria yang harus dipenuhi, yakni; bacterial filtration efficiency atau efisiensi penyaringan bakteri di atas 98, kemudian efisiensi penyaringan partikel atau particle filtration efficiency di atas 98, dan resistensi cairan atau fluid resistance minimal 120 mmHg.

Mengutip penjelasan Gubernur, Rohmat menjelaskkan ada 5 kriteria standar masker kain. Pertama, masker kain harus menggunakan bahan katun dan memiliki lapisan paling sedikit dua lapis.

Kedua, masker kain juga harus menggunakan pengait telinga dengan tali elastis atau non elastis yang panjang untuk diikatkan ke belakang kepala sehingga masker bisa pas di wajah dan tidak kendur.

Ketiga, tiap sisi makser mesti berbeda warna agar dapat diketahui mana bagian dalam dan bagian luar. Keempat, mudah dibersihkan dan dicuci tanpa berubah bentuk dan ukuran. Kelima, mampu menutupi area hidung, mulut dan bawah dagu dengan baik.

Lebih lanjut, dalam Pasal 6 aturan tersebut menyatakan, warga yang tidak mengenakan masker sesuai dengan standar kesehatan yang menutupi hidung, mulut, dan dagu ketika berada di luar rumah, saat berkendara, tempat kerja, dan tempat aktivitas lainnya dapat dikenakan sanksi.
Sanksi tersebut berupa kerja sosial dengan membersihkan fasilitas umum, atau denda administratif maksimal sebesar Rp250 ribu.

Diakui Rohmat, soal memberi penjelasan masker ini tidaklah mudah. Karena itu, fihaknya akan berkoordinasi dengan unsur-unsur 4 pilar camat, polsek, danramil dan ormas.

“Insya Allah kami siap membantu suksesnya program Pak Anies menceha penyebaran Covid-19 melalui Masker Kain yang benar. Kasihan kalau warga kami karena ketidaktahuannya nanti kena denga Rp250 ribu. Jadi adalah tugas kami untuk menginformasikannya,” pungkas Rohmat. (Fadel)

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *