Vaksin Rusia Sputnik Segera Masuk Indonesia

  • Whatsapp
Spread the love


 
Jakarta – Sputnik V akan menjadi salah satu vaksin untuk Covid 19 yang akan masuk dalam daftar vaksin mandiri di Indonesia. Berkaitan dengan hal ini dalam waktu dekat perwakilan Sputnik V dalam hal ini PT Putra Cakra Rejeki di Indonesia akan segera bertemu dengan pemerintah dalam rangka pembahasan rencana tersebut dan akan memfasilitasi semua kepentingan pemerintah Indonesia baik kepada AURUGULF di UAE selaku pemegang hak exclusive pemasaran dan distribusi di Indonesia ataupun kepada Russian Direct Investment Fund (RDIF) di Rusia selaku sponsor penelitian vaksin Sputnik V di Rusia dan saat ini sebagai pemegang hak exclusive International.

Siti Aisyah, S.Si APT, Direktur utama PT Putra Cakra Rejeki kepada media di Jakarta, Rabu (3/3/2021)  menyatakan bahwa perusahaannya sebagai perwakilan resmi Sputnik V di Indonesia, saat ini tengah melakukan berbagai koordinasi dengan pemerintah melalui instansi terkait termasuk juga KADIN,  untuk menentukan partner industri farmasi yang paling memenuhi persyaratan untuk meregistrasikan Sputnik V di Indonesia dengan mematuhi seluruh ketentuan regulasi di Indonesia.

“Menjadi komitmen kami membantu dan mensupport Vaksin Sputnik V untuk memasuki Indonesia baik yang nanti akan digunakan secara mandiri maupun untuk kepetingan pemerintah didalam program vaksin gotong royong dalam rangka penanggulangan COVID 19,” ujar Siti Aisyah.

Mengenai Vaksin Sputnik V sendiri, penelitiannya dilakukan oleh Gamaleya Centre-National Research Centre of Epidemiology and Microbiology di Rusia, berdiri sejak tahun 1891 dan merupakan Lembaga research terkemuka di dunia. Gamaleya Centre adalah Lembaga research pertama yang menemukan vaksin untuk Ebola virus dan A MERS. Kedua jenis vaksin untuk Ebola dan AMERS prinsip kerjanya berdasarkan Human Adenovirus vector platform yang digunakan sebagai dasar penelitian untuk vaksin COVID 19 Sputnik V. 

Apa yang menjadikan Sputnik V di yakini sebagai vaksin terbaik dan paling aman di dunia? Sputnik V tidak mengandung virus hidup (yang dilemahkan) sebagaimana umumnya pengembangan vaksin tapi mengandung human adenovirus based vectors Covid 19 yang tidak dapat berkembang biak di tubuh manusia seperti kekhawatiran masyarakat umum utk vaksin dan jelas ini menjadikannya sangat aman.

Aisyah menambahkan, pendekatan penelitian lain yang sangat cemerlang dari Gamaleya Centre adalah penggunaan dua jenis vector serotype: no 5 (Ad5) dan no 26( Ad26) yang memberikan imun respons yang kuat dibanding penggunaan satu vector saja umum ditemukan untuk Vaksin Covid 19 yang diproduksi perusahaan farmasi lain.

“Seluruh hasil penelitian mengenai Sputnik V membuktikan adanya induksi yang kuat terhadap populasi spesifik sel T-lymphocytes: T-helper (CD4+) dan T-Killer (CD 8+). Disebutkan juga dalam hasil research yang dipublish Gamaleya Centre, IgG respond ditemukan di 100% relawan yang disuntik Sputnik V yang ini berarti efektifitas Vaksin ini terbukti sangat baik,” pungkas Aisyah.
 


 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *