Menderita Kanker Payudara, TKI Asal Banten Berharap Bisa Pulang

  • Whatsapp
Spread the love

Saudi, Sobatjuang.id- Sempat viral di jejaring sosial “facebook” dan “tiktok” PMI (Pekerja Migran Indonesia) yang sakit kanker payudara stadium 1, DPLN PDI Perjuangan Saudi Arabia mendatangi kediaman “SS” PMI asal Banten di kota Jeddah Saudi Arabia.

Beberapa hari kebelakang, sempat viral di jejaring sosial video salah satu PMI di Saudi Arabia yang meminta bantuan agar bisa pulang ke Indonesia. Selain meminta bantuan, PMI tersebut juga memperlihatkan dalam video tersebut penyakit yang dideritanya yaitu Kanker Payudara stadium 1.

Pada Minggu (07/03/2021), Ahmad Husin Bawafi, Wakil Ketua DPLN PDI Perjuangan Saudi Arabia yang berdomisili di kota Taif, melaporkan video viral tersebut ke jajaran pengurus DPLN PDI Perjuangan Saudi Arabia.

Dalam jangka waktu 6 jam, DPLN PDI Perjuangan Saudi Arabia berhasil melakukan komunikasi dengan PMI asal Banten yang bernama dengan inisial “SS”, melalui sambungan telepon dan mengetahui keberadaan tempat tinggalnya di jalan Al Salamah kota Jeddah.

Sebelum mendatangi kediaman “SS”, Sharief Rahmat Ketua DPLN PDI Perjuangan Saudi Arabia, terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan Safaat Ghofur, Pelaksana Fungsi Konsuler 1 (Koordinator Pelayanan & Perlindungan WNI) KJRI Jeddah.

Sharief Rahmat yang juga merupakan Pembina POSPERTKI (Posko Perjuangan TKI) Saudi Arabia, mendatangi kediaman PMI asal Banten di jalan Al Salamah kota Jeddah, pada Selasa (09/03/2021) siang.

Sambil menangis, “SS” PMI asal Banten menceritakan kronologis dari sebelum hingga menderita sakit.

“Saya berangkat dari Indonesia ke kota Riyadh Saudi Arabia pada bulan Mei 2017 melalui PPTKIS Kencur. Sesampai di Riyadh di tampung di Syarikah Abu Sahrad, lalu saya dipekerjakan sebagai Pekerja Rumah Tangga di kota Abha selama 2 tahun. Karena 5 bulan tidak digaji oleh pihak Syarikah, saya melarikan diri ke kota Jeddah,” cerita “SS” dihadapan Ketua DPLN PDI Perjuangan Saudi Arabia.

“SS” pun melanjutkan bahwa pada bulan Desember 2020 saat jatuh sakit dan dilarikan ke salah satu rumah sakit di Jeddah. Beliau divonis menderita penyakit tumor kelenjar getah bening di payudara. Pasca menjalani operasi, penyakit yang dideritanya tak membaik. Dan setelah dilakukan check up kembali, pihak dokter mengatakan bahwa “SS” menderita kanker payudara stadium 1.

“Saya berharapa bantuan pemerintah agar bisa pulang ke Indonesia, dan saya trauma untuk dioperasi,” sambung “SS”.
Kami (DPLN PDI Perjuangan Saudi Arabia) akan menyambungkan pengaduan mba “SS” ke Pemerintah yaitu KJRI Jeddah. Disisi lain, Ketua DPLN PDI Perjuangan Saudi Arabia, meminta kepada Pemerintah khususnya Kementerian Tenaga Kerja dan BP2MI untuk memblack list Syarikah yang disebut “SS”. Termasuk perlu mempidanakan pihak – pihak di Indonesia, yang memberangkatkan “SS” secara unprosudural.

“Sebab PPTKIS yang disebutkan SS diduga PPTKIS bodong dan baru terdengar,” jelas Sharief.

Usai menemui “SS”, pengaduan PMI asal Banten tersebut lansung dilaporkan ke Call Center KJRI Jeddah, Safaat Ghofur (Koordinator Pelayanan & Perlindungan WNI) dan Upi Dewi Marciana (Pelaksana Fungsi Konsuler 3) KJRI Jeddah.

DPLN PDI Perjuangan Saudi Arabia pun berterima kasih dan apresiasi atas langkah dan respon cepat KJRI Jeddah dalam melayani serta melindungin PMI (Pekerja Migran Indonesia).

“SS” PMI Overstayer asal Banten, saat ini dibantu dan ditampung oleh pasangan suami istri asal Madura yang juga merupakan PMI yang bekerja di jalan Al Salamah kota Jeddah. “SS” sendiri berasal dari Kampung Tirtayasa Kabupaten Serang Provinsi Banten.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *