Ketua FKPT Jakarta Kampanyekan Gerakan Bangun Kesadaran Pancasila

  • Whatsapp
Spread the love

Jakarta, Sobatjuang.id – Tantangan bangsa ke depan akan pentingnya peranan ideologi Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di kalangan generasi milineal kian mengemuka. Di tengah masifnya arus informasi dan percepatan teknologi informasi, kalangan muda perlu terus dimantapkan pemahamannya akan ideologi Pancasila.

Kesimpulan itu merupakan salah satu butir-butir dari diskusi yang digelar Bidang Pemuda Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jakarta yang merupakan organ wilayah Badan Nasional  Pencegahan Terorisme (BNPT)   pada pertemuan bertajuk “Diskusi, Workshop dan Lomba Pembuatan Video Pendek Kreatif Indonesia Tangguh” di hotel Harper Jakarta, Kamis (25/3/2021).

Diskusi yang digelar secara offline dan zoom melibatkan lebih dari 900 siswa pelajar SMU DI Jakarta ini menghadirkan 3 narasumber yaitu Ketua FKPT Jakarta, Taufan Bakrie, M.Si, Inspektur BNPT, Catur Pratigyo, SE, dan Praktisi Film, Swastika Nohara.

Menurut Taufan Bakrie, masifnya penyebaran idelogi yang bermuatan paham radikalisme pada generasi muda di Jakarta ini berpotensi menjadi ancaman serius yang perlu diantisipasi. Dengan jumlah 170.000 anak-anak SMU belum lagi yang dari kalangan madrasah bisa menjadi sasaran empuk bagi perekrutan agen-agen teroris melalui dunia maya. Hal ini bisa dimengerti, karena mayoritas pengguna internet di tanah air saat ini didominasi dari kalangan milineal.  

“Dengan jumlah potensi 170 ribu siswa itu akan menjadi sasaran para predator teroris jika nilai-nilai Pancasila tidak ada pada mereka,” ujar Taufan.

Karena itu, kata Taufan juga juga Kepala Kesbangpol DKI Jakarta, pihaknya akan mengkampanyekan Kesadaran Gerakan Membangun Kesadaran Ideologi Pancasila (the develpoment of ideology) di kalangan generasi muda. 

“Saya akan membicarakan Gerakan Membangun kesadaran Ideologi Pancasila ini pada pertemuan mendatang dengan Kepala BNPT Komjen (Pol) Boy Rafli Amar dan dengan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan,” ujar Taufan.

Terkait pembuatan video pendek, Taufan menginformasikan bahwa FKPT Jakarta tahun lalu telah memperoleh Rekor MURI karena kemampuannya melibatkan 1079 peserta lomba dari kalangan SMU Sederajat di Jakarta.

“Alhamdulillah, prestasi Rekor MURI ini merupakan kerjasama antara FKPT Jakarta, para siswa, guru, dan instansi terkait lainnya,” ujar Taufan yang mendapat applaus dari peserta.

Taufan menambahkan, jika 1 peserta lomba melibatkan 5 orang kawannya untuk membantu pembuatan film pendek itu, maka ada lebih dari 7500 siswa yang bersama-sama membuat karya pencegahan radikalisme di kalangan pelajar.

“Kami yakin, pembuatan film pendek pelajar dengan bahasa mereka dan disebarkan di kalangan generasi muda akan menjadi media efektif untuk membantu pemerintah mencegah penularan radikalisme di kalangan Millineal,” pungkasnya. (Zul).

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *