Ini Dia Isi Surat Din Syamsuddin kepada Uskup Agung Katolik Roma Myanmar

  • Whatsapp
Spread the love

Jakarta,  Sobatjuang.id –  Asian Conference on Religions for Peace (ACRP) — Sebuah lembaga internasional di Asia tentang agama dan damai — menyatakan solidaritas berikut komitmen persaudaraan (persahabatan) kepada para pemimpin agama dan rakyat Myanmar, yang sedang berusaha mencapai keadiladan serta perdamaian.

Pernyataan itu disampaikan lewat surat yang dikirim oleh Presiden ACRP, Din Syamsuddin, kepada Uskup Agung Katolik Roma di Yangon, Kardinal Charles Maung Bo pada Jumat (26/3).

“Kami, para pemimpin multi-agama Religions for Peace (RfP) Asia, dengan tulus mengungkapkan solidaritas kami kepada Yang Mulia Kardinal Charles Bo, para pemimpin RfP Myanmar, dan orang-orang hebat Myanmar dalam aspirasi Anda menuju harmoni, keadilan, dan perdamaian, yang meliputi pencarian kesucian terkait kehidupan,” ujar Din seperti dirilis beritaedisi.com, Jakarta, Selasa (30/3/2021).

Din mengatakan, ACRP ikut berduka atas kekerasan yang dilakukan tanpa menghormati hak asasi manusia di Myanmar. Apalagi, banyak orang-orang tidak berdosa, perempuan, hingga anak-anak hidup dalam penderitaan.

“Kami mengagumi rakyat Myanmar atas semangat hati nurani mereka untuk memperjuangkan demokrasi, persaudaraan manusia, dan kebaikan bersama,” lanjutnya, seraya menyebut mereka menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk kebenaran dan keadilan.

Din juga berharap agar dialog multi-agama dapat terus dipegang secara mendalam dan dibagikan secara luas kepada berbagai pihak.

Dalam suratnya, Din mendesak agar pemangku kepentingan dan komunitas internasional melakukan tindakan yang diperlukan untuk kebaikan bersama di Myanmar.

Ia pun mendorong dilakukannya doa dan bermeditasi, mempromosikan dialog, dan memberikan dukungan kemanusiaan.

“Semoga tradisi doa hening antaragama kita berkembang di Myanmar, sehingga ketertiban, keadilan, maupun perdamaian dapat segera berlaku,” ujarnya.

“Hati kami berdarah dengan kesedihan saat kami terus menyaksikan siklus kekerasan, tidak menghormati hak asasi manusia, yang menjerumuskan seluruh negeri ke masa depan yang tidak pasti.

Mata kami membengkak dengan air mata saat kami mendengar ratapan orang-orang tak berdosa dan pemberani, para wanita dan anak-anak, ataupun sebagai komunitas dalam kondisi penderitaan dan perampasan,” tambah Din.

Disebutkan, ACRP mengagumi orang-orang Myanmar atas semangat hati nurani mereka untuk memperjuangkan demokrasi, persaudaraan manusia, dan kebaikan bersama.

“Terinspirasi oleh semangat abadi Anda dari orang-orang Myanmar; biarlah cahaya Ilahi menjadi mata kita, Cintailah hati kita, Kebijaksanaannya kecerdasan kita, Belas kasih-Nya tangan kita, dan Kehendak-Nya kaki kita menuju jalan keadilan dan perdamaian. Biarkan jalur tradisi dialog multi-agama kita yang didasarkan pada keyakinan yang “dipegang secara mendalam dan dibagikan secara luas” demi mengarahkan kata-kata, pikiran, dan tindakan kita. Kami menyertai Anda dalam penderitaan dan harapan Anda,” jelas Din.

Di bagian akhir, ACRP mengharapkan agar tradisi doa hening antaragama berkembang di Myanmar, sehingga ketertiban, keadilan, dan perdamaian dapat segera berlaku.

Surat ACRP tersebut di keluarkan di Tokyo, Jepang, 26 Maret 2021 oleh Prof Dr Din Syamsuddin selaku Presiden-Moderator Agama untuk Peace Asia serta Pdt Dr Nobuhiro Nemoto, Sekjen Agama untuk Peace Asia. (nilta)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *