Ketua FKPT Jakarta Kampanyekan Gerakan Perang Semesta Melawan Teroris

  • Whatsapp
Spread the love

Jakarta, Sobatjuang.id – Penyerangan beruntun dalam satu pekan ini terhadap instansi sipil berupa rumah ibadah di Sulawesi dan Markas Besar Kepolisian RI mengindikasikan adanya target yang lebih berani dan khusus kepada simbol-simbol keamanan. Karena itu, tidak ada jalan kecuali seluruh pemerintah di dalamnya termasuk TNI dan Polri serta komponen masyarakat melakukan kampanye gerakan perang semesta melawan aksi teror.

Pernyataan itu disampaikan Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Teroris (FKPT) DKI Jakarta, Drs. Taufan Bakri, M.Si menanggapi aski terduga teroris perempuan yang tergeletak dengan pistol di sampingnya setelah dilumpuhkan oleh petugas di Mabes Polri Rabu Sore ini (31/3/2021).

Menurut Taufan, modus kekerasan itu tidak bisa dilakukan baik laki-laki maupun perempuan. Aksi bum bunuh diri di depan gereja Kathedral Sulawesi itu dilakukan oleh sepasang suami-istri yang baru  menikah 6 bulan.

“Kalau kemaren sasaran aksi itu di daerah kini sudah memasuki ibukota. Itu berarti institusi strategis seperti kantor pemerintah, markas TNI dan kantor Polisi harus mendapat keamanan yang lebih ekstra. Kita khawatir kejadian ini akan berulang lagi jika kita lengah,” imbaunnya.

Hal ini menunjukkan kepada kita bahwa ancaman makin nyata dan masif, masuk ke keluarga-keluarga dalam berbagai strata sosial, menjamur di dunia pendidikan, perkantoran, industri dll. Tentu dibutuhkan berbagai pendekatan yang inklusif dan berkesinambungan.

Karena itu, Taufan kembali meminta kepada segenap mitra strategis pemerintah seperti FKDM, FKUB dan FPK, Forum RT dan RW Se-Jakarta untuk  kembali meningkatkan kewaspadaannya di lingkungan masing-masing.

Ketua FKPT DKI Jakarta mengingatkan, bahwa sebagai ibukota, keberadaan Jakarta tentu menjadi strategis. Di samping pusat pemerintahan dan politik, Jakarta juga merupakan kantor bagi banyak perwakilan negara sahabat.

“Sebagai barometer dan pusat pemerintahan, keamanan dan ketentraman Jakarta harus dijaga 24 Jam. Kita pernah punya Sistem keamanan lingkungan dikenal dengan istilah Siskamling. Ini perlu kita hidupkan kembali,” pintanya.

Taufan kembali menegaskan, tidak ada satu agamapun di Indonesia yang mengajarkan kekerasan kepada umat beragama lain. Kalaupun ada kelompok tertentu yang mengklaim aksi teror itu, itu terlepas dari doktrin agama dan tidak bisa dikaitkan dengan ajaran agama.

Karena itu, FKPT Jakarta akan terus bekerjasama dengan mitra strategis pemerintah seperti FKDM, FKUB dan FPK, serta Forum RT/ RW agar terus menjaga keamanan lingkungan melalui upaya peningkatan sistem keamanan lingkungan 24 jam (Siskamling).

“Gerakan perang semesta melawan terorisme perlu kita gelorakan kepada lingkungan masyarakat dengan harapan masyarakat akan ikut mengambil bagian untuk menjaga lingkungannya masing-masing,” pungkas Taufan. (Zul)

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *