Gempa Berkekuatan 6.7 M Hantam Desa Kaliuling, Lumajang

  • Whatsapp
Spread the love

Malang, Sobatjuang.id – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 menghantam desa Kaliuling, Kecamtan Tempursari, Kabupaten Lumajang, Jatim. Puluhan rumah dan Mushola tidak luput rusak dari hentakan gempa.

“Saya merasakan getaran gempa ketika sedang berada di kebun. Sontak saya ke rumah melihat ibu dan keluarga saya. Alhamdulillah mereka selamat meski rumah kami rusak,” ujar Adi Setiawan warga korban gempa dalam wawancara kepada sobatjuang.id dari Malang, Sabtu (10/4/2021).

Menurut Mas Cacak, sapaan akrabnya Adi,  sejumlah bangunan rubuh rata dengan tanah. Di RT 01 dan RT 03 desa Kaliulang, terdapat 10 bangunan yang rusak parah dan Musholla Nurul Hidayah yang berkapasitas 200 jamaah. Ada 5 warga yang meninggal dunia dan lainnya masih dalam perawatan di puskesmas terdekat. Sejumlah warga yang rumahnya tidak bisa ditempati oleh kepala desa ditampung di balai desa Kaliulang.

“Tadi sore Bu Peny Tumirah ke sini menyapa warga dan melihat kondisi rumah yang rusak,” imbuh Mas Cacak.  

Ditambahkannya, hingga kini belum ada bantuan yang datang ke lokasi desa Kaliulang. Padahal warga sangat membutuhkan bantuan mendesak berupa sandang dan pangan.

“Kami membutuhkan bantuan sembako dan juga bantuan obat-obatan bagi anak-anak dan orangtua,” ujar Mas Cacak.

Gempa yang menghantam Malang Selatan ini berkekuatan 6,7 M dan memiliki kedalaman 25 kilometer dari laut. Menurut Syawal dari BMKG Stasiun Geofisika Tretes, gempa ini tergolong gempa dangkal.

“Kedalamannya cuma 25 kilometer termasuk gempa dangkal,” kata Syawal kepada media, Sabtu (10/4/2021).

Ia menambahkan, gempa yang terjadi akibat pertemuan lempeng Indo-Australia dan lempeng Eurasia ini tidak berpotensi menyebabkan tsunami.

Sedangkan untuk dampak kerusakan yang diakibatkan gempa, lanjut Syawal, tidak hanya karena tempat yang dekat dengan titik gempa.

“Bisa sampai kerusakan bangunan itu tergantung pada satu, jarak antar lokasi yang terdampak dengan pusat gempa. Dua, struktur bangunan. Tiga, kondisi geologi di sekelilingnya itu sangat mempengaruhi,” ujarnya.

Ia mencontohkan gempa yang terjadi di Bantul, Yogyakarta pada Mei 2006 lalu. Daerah yang lebih parah mengalami kerusakan bangunan malah daerah yang lebih jauh dari pusat gempa u

“Karena kondisi geologis tanah itu bisa lebih rentan dan lebih lunak, makanya tiga faktor (kerusakan akibat gempa) itu tidak bisa dipisahkan.

Ia mengatakan, gempa 6,7 SR ini diikuti gempa susulan bermagnitudo 3,5 SR namun tidak terlalu dirasakan oleh masyarakat.

Sementara itu, Teguh Tri Susanto Kasi Data dan Informasi BMKG Juanda membenarkan adanya gempa tersebut.

“Info Gempa Magnitudo 6.7 pada 10 April 2021 pukul 14.0p yang berlokasi di 8.95 LS,112.48 BT (90 kilometer Barat Daya KAB-MALANG-JATIM), Kedalaman 25 Kilometer,” katanya.

Dari keterangan yang berhasil dihimpun, gempa ini tidak menimbulkan bencana Tsunami, namun masyarakat tetap diimbau tetap waspada.

Selain itu, dari grup WhatsApp BMKG Juanda dilaporkan ada kerusakan rumah di wilayah Lumajang dan juga Blitar.(zul).

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *