KH Abdul Rohman: Surga Merindukan Keluarga yang Berpuasa

  • Whatsapp
Spread the love

Jakarta, Sobatjuang.id –  Ramadhan 1422 sudah hadir menyambut kita. Sebagai hamba Allah, kita adalah umat yang paling beruntung saat ini. Kenapa? Karena Allah Swt telah mengabulkan do’a kita untuk ketemu dengan bulan yang Allah paling muliakan ini.

“Kerinduan kita untuk ketemu dengan bulan Ramadhan sudah Allah Swt kabulkan. Karena itu, mari  kegembiraan bertemu Ramadhan ini jangan sia-siakan  Perbanyaklah  kebaikan berupa taubat, tahanlah hawa nafsu yang mengajak maksiat, jagalah pandangan karena ia panah Iblis yang beracun, gantilah dengan memandang dan membaca al-Quran, jagalah lisan dari ghibah dan dusta, gantilah dengan  banyak zikir dan tilawah,” ujar Ustad Abdul Rohman, .LC. MA ketika menyampaikan ceramah Ramadhan di Majelis Taklim Ilmu Dzikir yang memasuki hari kedua dari rangkaian kajian satu bulan penuh di Jakarta, Selasa (13/4/2021).

Read More

Menurut Ustadz Abdul Rohman, bulan Ramadhan adalah bulan mulia, di dalamnya disyariatkan Puasa dan ibadah sunnah lainnya agar manusia lebih dekat dengan dzat yang telah menciptakan dirinya untuk meraih kebahagiaan dunia sebelum akhirat.

Puasa ini adalah satu bentuk kasih sayang dari Allah untuk hambaNya, ia memberikan solusi bagi mereka yang khilaf dan tenggelam dalam keburukan agar segera balik arah menuju ridha Allah, serta kasih sayang Allah pula bagi hambaNya yang shaleh untuk memperbanyak kebaikan dan tabungan amal akhiratnya.

Salah satu bentuk keistimewaan pula dari Ramadhan adalah Allah ta’ala mengurangi faktor – faktor yang biasanya selalu menghambat manusia dari ketaatan kepadaNya, yaitu setan, setan dikurung, diikat agar tidak mengganggu manusia yang sedang beribadah, sungguh besar kasih dan sayang Allah kepada manusia di bulan Ramadhan, Amalnya dilipat gandakan, gangguannya dihilangkan, dan diberi bonus Lailatul Qadar yang setara dengan kerja ibadah manusia 83 tahun, tabaarakallahu rabbul alamin.

Dijelaskannya, diantara keistimewaan Ramadhan sesuai dengan hadits – hadits Nabi shallallahu ‘alihi wa sallam bahwa keberuntungan bagi orang yang berpuasa yaitu Pahala puasa diberikan Allah tanpa batas.

Dari Abu Hurairah ia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:  ‘Semua amalan manusia dilipatgandakan. Satu kebaikan dibalas dengan sepuluh kalinya sampai tujuh ratus kali lipat, Allah Azza wa Jalla berfirman,  kecuali puasa maka sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Saya akan membalasnya. Dia meninggalkan tuntutan syahwatnya, tidak makan dan dia tidak minum demi Aku. Orang yang berpuasa mendapatkan dua kebahagiaan, kebahagiaan ketika berbuka dan kebahagiaan ketika bertemu dengan Rabb-nya. Sungguh disisi Allâh, aroma mulut orang yang sedang berpuasa itu lebih wangi daripada aroma kasturi, Puasa itu adalah perisai. Saat salah diantara kalian sedang berpuasa, janganlah ia berbuat keji dan jangan menyalakan api permusuhan. Jika dia dihina atau diperangi oleh orang lain, hendaknya dia mengatakan, ‘Aku sedang berpuasa. (Muttafaqun alaih).

Dan yang lebih penting lagi, kata Ustadz Abdul Rohim, pintu surga Arrayyan khusus hanya untuk yang berpuasa. Mengutip hadist dari Sahal radhiallahu anhu dari Nabi sallallahu’alaihi wa sallam, beliau bersabda:

 “Sesungguhnya di surga ada pintu yang dinamakan Ar-Rayyan. Orang-orang yang berpuasa di hari kiamat masuk dari pintu itu. Tidak dibolehkan seorang pun memasukinya selain meraka. Lalu dikatakan, ‘Dimana orang-orang yang berpuasa?’ Mereka pun bangkit, tidak ada seorang pun yang masuk kecuali dari mereka. Ketika mereka telah masuk, (pintunya) ditutup dan tidak seorang pun masuk lagi.” (HR. Bukhari, 1763. Muslim, 1947).

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu ia berkata: Rasulullah shallahu alaihi wasallam bersabda: “Jika telah datang bulan Ramadhan, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu” (Muttafaqun ‘alaihi).

“Apabila datang awal malam dari bulan Ramadhan, setan-setan dan jin-jin yang sangat jahat dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup tidak ada satu pintupun yang terbuka, sedangkan pintu-pintu surga dibuka tidak ada satu pintupun yang ditutup. Dan seorang penyeru menyerukan: ‘Wahai orang yang menginginkan kebaikan kemarilah. Wahai orang-orang yang menginginkan kejelekan tahanlah.’ Dan Allah memiliki orang-orang yang dibebaskan dari neraka, yang demikian itu terjadi pada setiap malam.” (HR. At-Tirmidzi dalam Sunan-nya no. 682 dan Ibnu Majah dalam Sunan-nya no. 1682, dihasankan Asy-Syaikh Albani rahimahullahu dalam Al-Misykat no. 1960).

Mau tahu isi ceramah selanjutnya, silahkan klik video di bawah ini ya. Dan jangan lupa klik, share dan komen serta tekan tanda Bel agar kamu mendapat update ceramah-ceraah dari Majelis Ilmu Dzikir ya Sobat. (Zul).

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *