KH. Jet Lee Ajak Jamaah Majelis Ilmu Dzakir Cegah Bibit Neraka Di Rumah Kita

  • Whatsapp
Spread the love

Jakarta, Sobatjuang.id –  Surga dan Neraka adalah janji Allah Swt yang pasti kepada orang beriman. Karena itu, sebagai umat Islam, kita harus bisa mendeteksi bibit-bibit surga dan neraka di dalam keluarga kita. Dengan mengenali potensi ini, maka seorang muslim, khususnya kepala rumah tangga diharapkan bisa mencegah potensi neraka itu berkembang dan dengan demikian potensi surga bisa lebih diperbesar.

Demikian intisari dari ceramah ketiga dari pembicara KH. Drs. Syahrillah Asfari, M.Ag pada Rabu di Sekretariat Majelis Ilmu Dzikir di Gg. RH Ismail RT 15 RW 03 Nomor 18, Kelurahan Jatinegara Lio, Kec. Cakung, Jakarta Timur.

Read More

Kehadiran KH. Syahrillah Anshari  merupakan rangkaian dari Kajian Full Ramadhan yang digelar oleh Pembina Majelis Ilmu Dzikir, H. Ramayuli, SE, MM.

Menurut Dai kondang yang biasa di sapa Jet Lee ini mengawali kajian dengan menengok hikmah peristiwa pada bulan Rajab yaitu peristiwa Isra Miraj yang merupakan perjalanan semalam Nabi Muhammad SAW mendapat perintah dari Allah SWT untuk menjalankan salat lima waktu dalam sehari semalam.

Sebenarnya Isra Miraj merupakan dua peristiwa berbeda. Namun karena dua peristiwa ini terjadi pada waktu yang bersamaan maka disebutlah Isra Miraj. Isra merupakan kisah perjalanan Nabi Muhammad dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjidil Aqsha di Yerussalem.

Sedangkan Miraj merupakan kisah perjalanan Nabi dari bumi naik ke langit ketujuh dan dilanjutkan ke Sidratul Muntaha (akhir penggapaian) untuk menerima perintah Allah SWT menjalankan salat lima waktu dalam sehari semalam.

Meski terdapat beberapa hadits dan pendapat yang menjelaskan waktu terjadinya Isra Miraj, tapi dari ayat di Al Quran cukup jelas, bahwa peristiwa tersebut terjadi di malam hari. Berikut arti dari surat Al Isra ayat pertama:

“Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkati sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sungguh Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Memahami Isra Miraj in, kata KH Jet Lee harus dengan iman dan tidak bisa dengan akal semata. Landasan iman ini merupakan sesuatu yang mendasar dalam kepercayaan umat Islam.  Tidak sedikit pada waktu peritiwa Isra Miraj ini banyak yang kemudian meraguka kebenaran Isra Miraj. Namun, bagi sahabat Abubakar, apapun yang dikatakan Nabi Muhammad bahkan jika lebih dari peristiwa Isra Mira, dia akan percaya. Wajar, jika karena keteguhannya kepada Nabi ini, Sahabat Abubakar dijuluki dengan As-Shidiq yang berarti orang yang benar. Kenapa Abubakar percaya? Karena dia kenal Nabi Muhammad SAW tidak pernah berbohong.

Kembali kepada topik pembahasan, KH Jet Lee mengatakan bahwa hanya dengan mewarisi iman kepada anak-anak maka keluarga bisa menjadi keluarga Surgawi. Kita harus belajar Iman sebelum belajar Islam. Belajar iman berarti kita mendahulukan kepercayaan kepada Allah SWT, percaya bahwa Allah itu Maha Kuasa, Maha Melihat dan Maha Mengatur segalanya yang ada di alam.

“Dengan mewarisi iman, maka konsep baiti jannati atau rumahku surgaku maka akan mudah dibangun,” paparnya.

Untuk lebih detailnya, silahkan tonton video ini ya sobatjuang. And please, jangan lupa subscribe, like, comment and pencet tanda Bel agar sobatjuang terus dapat kajian ter-update dari redaksi.

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *