Dapat Wakaf 1 Hektar untuk Dirikan Ponpes, Zulfikri Kader Buruh Pemuda Pancasila Sujud Syukur

  • Whatsapp
Pegiat PMI, Agus Setiawan, S.SI, M.Si menyerahkan Tanah Wakaf 1 Ha secara simbolis kepada Pengurus B2P3 Zulfikri untuk dibangun menjadi Pondok Pesantren PP di desa Cimanggu, Pandeglang.
Spread the love


Jakarta Sobatjuang.id – Bulan Ramadhan ini merupakan kebahagian sendiri bagi anggota Majelis Pimpinan Nasional Badan Buruh & Pekerja Pemuda Pancasila (MPN B2P3), Zulfikri Daud Jacub. Impiannya untuk mendirikan pesantren selama ini insya akan segera terlaksana.

Melalui sahabat lamanya yang dulu dikenal ketika menjadi wartawan di BNP2TKI, Zulfikri berkenalan dengan Agus Setiawan, S.Si, M.Si, seorang pegiat Pekerja Migran Indonesia (PMI), yang kini aktif sebagai dosen di Pandeglang, dan pebisnis agribisnis, pada Minggu lalu sudah didapat tanah wakaf dari Agus di Pandeglang.

“Alhamdulillah, persahabatan kami makin menguat ketika Pak Agus Setiawan memberi wakaf 1 hektar tanah untuk kami dirikan Ponpes di Desa Cimanggu, Pandegelang,” ujar Zul begitu biasa disapa dalam kiriman rilis di Jakarta, Rabu (21/4/2021).

Zul mengatakan, rencananya ponpes ini akan didirikan bersama dengan teman-teman di Badan Buruh & Pekerja Pemuda Pancasila

“Saya sudah melapor ke Ketua B2P3 Bang Jamal, dan alhamdulillah beliau mendukung program pendirian ponpes bagi kader-kader PP nantinya,” imbuh Zul yang juga sempat menjadi koresponden Tabloid DeTIK di Amerika tahun 1995-1996.

Menurut Zul, dirinya tertarik untuk mengembangkan dakwah di kalangan buruh migran di luar negeri. Pasalnya, kebutuhan dakwah rutin di banyak negara penempatan seperti Hongkong, Korea Selatan, Taiwan, dan Jepang sangat dirasakan para pekerja migran di sana. Tidak sedikit para PMI yang ketika orangtuanya meninggal tidak tahu apa yang harus dilakukan, tidak tahu cara memandikan mayit, cara mengawal bacaan kematian jelang sakratul maut.

Selama ini, lanjut Zul, para dai berdakwah ke kantong-kantong PMI di luar negeri hanya ada pada waktu tertentu seperti saat bulan Ramadhan atau saat hala bihalal. Padahal, kebutuhan pelayanan dakwah rutin sangat dibutuhkan para PMI kita di sana.

“Insya Allah, kami akan wujudkan kebutuhan spiritual PMI di luar negeri melalui pelatihan para da’i migran akan kemampuan bahasa asing 3 bulan di pondok kami nantinya,” ujar Zul.
Zul yang juga duduk sebagai Wakil Ketua B2P3 membidangi PMI ini mengharapkan program pelatihan Da’i migran ini bisa bekerjasama dengan BP2MI, Kemenaker, Asosiasi PJTKI dan BUMN

“Keberhasilan program ini ditentukan salah satunya dengan kolaboari dengan pemerintah, dan swasta. Urusan PMI ini memang melibatkan banyak pihak,” paparnya.

Selain pelatihan Da’i Migran, Zul menambahkan, Ponpes yang akan didirikan ini juga akan mendidik anak-anak yatim baik dari kalangan Pemuda Pancasila maupun dari anak yatim dari kalangan buruh migran.

“Insya Allah semua dana pendidikan di pesantren kami ini akan kami berikan secara gratis. Mohon do’a agar rencana ini dipermudah oleh Allah Swt,” pungkasnya. (Red).

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *