Ada Apa Dengan PPPSRS Rusunami Menara Latumeten, Penghuni Minta Gubernur Anies Bertindak

  • Whatsapp
Spread the love

Jakarta, Sobatjuang.id – Sejumlah Penghuni Rusunami Menara Latumeten menolak diterapkan Face Id. Hal ini dilakukan lantarana tidak adanya sosialisasi maupun Rapat Penghuni sesuai mekanisme yang berlaku.

“Kami sayangkan Ketua P3SRS menabrak aturan Anggara Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Rusunami Menara Latumeten,ujar Ronal Sitohang ditemui di Rusunami Menara Latumeten, Jakarta, Minggu Sore (13/6/2021).

Ronal menjelaskan, dalam AD/ ART Pasal 4 ayat (1) bagian (a) Pengurus Pernimpunan harus mengadakan rapat sekurang-kurangnya sekali dalam setiap enam bulan. Pasal 12 ayat (1) Rapat Umum Tahunan harus diadakan sekurang-kurangnya sekali setahun paling lambat akhir bulan ke emam setelah akhir tahun buku perhimpunan. Dimana masa periode PPPSRS akan berakhir dibulan Oktober tahun 2021 ini.

Ronal menyampaikan bahwa meski dirnya tidak ahli IT akan tetapi dia mempunyai teman yang ahli IT dan menyampaikan kedirinya bahwa “Face ID bagus buat keamanan tapi pada tempatnya. Contoh gedung perkantoran dan perusahaan bukan hunian karena jam operasionalnya beda. Hunian buat 24 jam dan perkantoran dan perusahaan cuma 12 jam”

Semenjak ada pengumuman lewat toa dari kantor pengelola, yang mengumumkan setiap pagi kepada seluruh penghuni untuk datang ke kantor pengelola membawa kartu akses lama menjadi scan wajah karena akan diterapkan face id” ini lah yang menjadi persoalan.

Karena pengumuman itu, bersama dengan penghuni lainnya, Ronal membuat surat kepada pihak PPPSRS pada tanggal 26 April 2021 namun tidak ditanggapi dan kami membuat surat ke dua pada tanggal 29 April 2021 juga tidak ditanggapi dan kami buat surat ke tiga pada tanggal 6 Mei 2021 sampai saat ini juga tidak ditanggapi. Sehingga ketua pengawas rusunami menara latumeten menyurati suku dinas perumahan Kota Adminitrasi Jakarta Barat. Dari Suku Dinas Kota Adminitarsi Jakarta Barat pada tanggal 17 Mei 2021 membuat Surat Undangan Rapat kepada Pengawas dan  Ketua PPPSRS namun dari PPPSRS tidak ada yang datang. Dan pada tanggal 25 Mei 2021 kembali mengundang PPPSRS juga tidak datang.

Dia melanjutkan, kami penghuni tiga kali bikin surat tidak ditanggapi dan Suku Dinas Perumahan Kota Adminitrasi Jakarta Barat mengundang dua kali namun juga tidak datang. Oleh karena itu pada tanggal 31 Mei 2021 kami menyampaikan kepada Pihak Kepolisian Jakarta Barat dan diterima langsung oleh Bapak Wakasad Intel Polres Jakarta Barat menyampaikan ada permasalah di Rusunami Menara Latumeten. Kami sampaikan tidak adanya sosialisasi tentang face id dari awal renovasi lobby menara latumeten.

Benar saja pada tanggal 2 Juni 2021 Pihak Pengelola melalui security menutup akses masuk sehingga terjadi keramain dan hampir ribut dengan pihak security tapi untunglah masih bisa kondusif. Lalu saya telepon pihak polres dan datang dari polres dan polsek tanjung duren. Karena sudah ramai kita diajak bicara dan yang pimpin rapat dari pihak polisi dan yang hadir dari Pihak Pengelola, dua orang pengurus, dua orang penghuni salah satunya saya. Dan hasil pertemuannya adalah disepakati akan dibuka rapat penghuni dimana seluruh pengurus dan pengawas, perwakilan penghuni, vendor face id serta ahli IT akan rapat yang akan ditentukan oleh pengurus namun sampai saat ini tidak juga terwujud.

Ronad dan warga Rusunawa Latumenten, Jakarta Barat.

Keberatan senada juga dituturkan oleh Silvia, Eli Tan, Rene Sinclair, Andre Adrian, Budiyanto, Teddi dan Hendri. “Intinya, para penghuni ini meminta kejelasan soal Face ID, perubahan tata ruang gedung hingga transparansi dalam pengelolaan keuangan gedung,” papar Ronal. 

Hingga kini, pihak pengurus PPPSRS belum membuka rapat penghuni

“Harapan kami kepada Gubernur DKI, khususnya Dinas Perumahan agar segera menindaklanjuti keluhan kami,” pungkas Ronal. (Nsw)

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *