Jenazah ABK Satrian Ndikele Dipulangkan ke Buton, Sultra

  • Whatsapp
Spread the love

Jakarta, Sobatjuang.id – Setelah menanti dan bersabar selama sekitar 4 bulan tepatnya sejak Februari 2021, keluarga Awak Buah Kapal (ABK) yang meninggal bernama Satrian Ndikele ketika bekerja di kapal berbendera Vanuatu, bersyukur akhirnya jenazahnya bisa dipulangkan ke Buton, Sulawesi Utara.

“Alhamdulillah, kami bersyukur PT Anugerah Bahari Pasifik akhirnya bisa memulangkan jenazah Satrian Ndikele ke kampung halaman di Buton,” ujar Ketua Badan Buruh dan Pekerja Pemuda Pancasila (B2P3), Jamalauddin Suryahadikusuma, di Buton, Kamis (18/6/2021).

Read More

Berita acara serah terima jenazah dilakukan di Bandara Haluoleo Kendari oleh Pihak Perusahaan maning agency PT ABP Hengki Wijaya kepada keluarga almarhum yang diwakili oleh Bapak Syarifudin,disaksikan oleh Ketua B2P3, Jamal, dan Kepala UPT BP2MI Kendari, Syahrul.

Jamal menuturkan, tertundanya pemulangan jenazah Satrian Ndikele dikarenakan adanya kebijakan penutupan perbatasan dan penerbangan internasional yang diterapkan oleh Pemerintah Fiji sejak Mei 2021. Selain jenazah Satrian, ada juga 170 ABK yang terkatung-katung di laut selama lebih dari 2 tahun

Anggota Satgas TKI Terancam Hukuman Mati era Presiden SBY ini menambahkan, setelah melalui upaya diplomasi intensif antara Kemenlu dengan otoritas di Fiji barulah keluar izin turun kapal (sign off) dan penerbangan repatriasi jenazah bersama 170 ABK lainnya

“B2P3 mengawal kasus upaya pemulangan ABK Satrian dan melihat bahwa upaya pemulangan jenazah ini dapat dilakukan karena berdasarkan otopsi jenazahnya meninggal karena sakit, bukan Covid-19 sehingga dapat diizinkan utk dipulangkan ke tanah air,” imbuhnya.

Jenazah di pulangkan setelah melalui proses panjang sekitar 4 bulan tepatnya sejak Februari 2021. Pihak perusahaan bekerja keras meminta owner kapal agar memulangkan ke Indonesia, sudah mengupayakan beberapa negara untuk masuk sign off tapi tidak memungkinkan untuk dipulangkan utuh.

“Penundaan pemulangan ini karena adanya kebijakan lock down dalam mencegah penyebarlasan Pendemi Corona yang berlaku di Fiji,” ujar Jamal.

Di tempat sama, Direktur PT ABK, Hengki Wijaya mengatakan Satrian berangkat ke Busan, Korea Selatan pada tanggal 19 Agustus 2019. Kemudian ia berlayar menggunakan KM L ucky Ocean nomor 188.

“Resiko bekerja di tengah laut memang berakibat terkadang kita sulit menghubungi ABK kecuali setelah mendarat. Kami dapat info bahwa Satrian meninggal dunia pada 21 Februari 2021 dan setelah itu pada 2 Maret 2021 kami menghubungi pihak keluarga,” pungkasnya. (Red).

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *