Mari Majukan Indonesia dengan Meningkatkan Kualitas SDM

  • Whatsapp
Spread the love

Indonesia negeri yang kaya dan subur. Potensi kekayaan itu tersimpan dengan melimpah baik di darat maupun laut. Kekayaan sumber daya alam ini seharusnya mampu dipergunakan dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk kemakmuran rakyat sesuai dengan amanat konstitusi UUD ’45 di Pasal 33.

Di balik kekayaan SDA itu, tentu ada keharusan untuk menyiapkan Sumber Daya Manusianya (SDM). Pembangunan SDM ini menjadi penting agar Indonesia bisa mengolah kekayaan SDA ini agar menjadi negeri yang swa sembada pangan dan mampu mengembangkan kekayaan SDA ini guna menjadikan Indonesia negara yang maju setingkat dengan negara-negara maju lainnya di dunia ini.

Sejak zaman kemerdekaan hingga era Presiden Joko Widodo sudah banyak pelajar yang berpendidikan lulus dari kampus-kampus terbaik dunia seperti dari Amerika Serikat, Eropa, hingga Jepang. Di awal pemerintahan Soeharto kini mengenai ada teknokrat dari kampus Barkeley yang kemudian dikenal dengan Mafia Barkeley. Selain tentunya, jebolan dari  Harvard University, Oxford, UCLA, USC, dan Irvine.

Sebagai putra Indonesia yang lama tinggal di Amerika Serikat, saya paham bahwa semua kampus terbaik di USA itu merupakan universitas ternama dan termuka dan tidak gampang bagi  mahasiswa untuk bisa kuliah di situ.

Para pelajar Indonesia, sepanjang mengikuti pelajaran juga tidak sedikit yang melihat sendiri bagaimana para ahli ilmu pengetahuan dari pelbagai disiplin ini diberi dukungan yang besar oleh pemerintah untuk mengembangan ilmunya guna kemajuan dan kejayaan Amerika Serikat. Begitulah bidang kedokteran, hukum, hingga politik, mahasiswa ini bisa mendiskusikan dengan dosen mereka bagaimana politik pengembangan SDM Amerika diterapkan dengan baik dan benar, terprogram dengan baik sejak Kennedy hingga Presiden Joe Bidden. Termasuk kemajuan ini di bidang ilmu-ilmu sosial seperti  kemajuan lembaga executive, yudikatif dan Legislatif, hukum, dan pengembangan demokrasi. 

Sejak era Presiden Soeharto, kita melihat sendiri banyak lulusan terbaik Indonesia dari luar negeri ini mendapat jabatan penting dan strategis di pemerintahan.  Jabatan istimewa ini seperti menjadi menteri atau direktur BUMN.

Meski SDA Indonesia untuk sekelas dunia belum sehebat Eropa, USA dan Asia khusus Jepang dan Korea Selatan, paling tidak lima puluh persen “50%,”  namun dengan bekal semangat  patriotisme/ jiwa kenegarawan,” saya yakin Insha Allah Indonesia bisa bangkit untuk memajukan negerinya ini. Syarat utama untuk bisa membangun yaitu kita harus buang jauh-jauh ketidakpedulian, ketidak jujuran, ketidak, ketidakkeseriusan hingga rasa dendam kepada pemimpin atau kepada pemerintahan yang terdahulu apakah kepada Soekarno,  Soeharto, Habibie, Gus Dur,  Megawati, Susilo Bambang Yudhoyono dan seterusnya.  

Semangat elan kemerdekaan, satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa persatuan ini harus menjadi spirit kaffah   untuk memajukan Indonesia di tengah lilitan hutang luar negeri yang mendekat angka 7000 trilyun ini.

Margono Wiryadimejo

Los Angeles, California

Saya yakin, jika para pemimpin di pemerintahan yang ada  saat ini memiliki nasionalisme Indonesia yang baik seperti para founding fathers, yang lebih mementingkan kemajuan rakyatnya, Indonesia akan bisa keluar dari lilitan hutang. Potensi kekayaan SDA kita masih melimpah ruah dan bisa dioptimalkan dengan strategi pengembangan SDM yang benar, terarah dan terprogram untuk tujuan memajukan kesejahteraan rakyat Indonesia.  

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *