Tanda Kiamat Sudah Dekat, Lagi Dua Ulama Indonesia Dipanggil Allah SWT

  • Whatsapp
Spread the love

Jakarta, Sobatjuang.id – Dalam 1 pekan ini, dua ulama Indonesia sekaligus tokoh Betawi telah dipanggil Allah Swt. Pertama, KH. Abdul Rasyid Abdullah Syafei dan kedua KH. Ahmad Luthfi Fathullah, MA, tokoh hadist dan ketua Baznas DKI Jakarta. Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.

KH Abdullah Syafei merupakan anak ulama kharismatik KH Abdullah Syafei yang populer di tahun 1980-an dengan radionya Assyafiiyah. Meneruskan jejak ayahanda, KH. Abdul Rasyid juga aktif  di bidang dakwah dan politik. Terakhir beliau juga duduk dibarisan utama pendiri gerakan kebangkitan Islam 212.

Read More

Kedua,  pakar ulama hadits terbaik Dr. KH. Ahmad Luthfi Fathullah, MA.  Kiai Luthfi adalah pendiri Pusat Studi Hadits, pimpinan perguruan Islam Al-Mughni dan Ketua Baznas Provinsi DKI Jakarta. Keluasan Ilmu beliau, utamanya di bidang hadits, diakui berbagai kalangan bahkan dianggap kaliber dunia. Beliau juga pengajar Ilmu Hadits di Universitas Islam Negeri Jakarta.

Redaksi mencatat, sejak covid mendera setahun lebih, ratusan ulama sudah meninggal. Wakil Sekretaris Jendral MUI, Abdul Ghaffar Rozin mencatat sebanyak 584 kiai telah meninggal dunia selama pandemi virus corona (Covid-19) menerpa Indonesia. Data itu didapatkan berdasarkan catatan Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PBNU.

“Dalam catatan RMI, hingga 4 Juli 2021, sebanyak 584 kiai wafat selama pandemi virus corona,” kata Rozin dalam keterangannya resminya yang dikutip dari situs resmi MUI, Rabu (7/7).

Direktur Rumah Quran Azali Ustadz Epan Wiranata, Lc  ditemui di kantornya di Jalan  Siman Enor No.48, RT.2/RW.6, Kebagusan, Kec. Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan menjelaskan, memang Indonesia banyak kehilangan ulama. Para ulama yang dikenal luas dan berpengaruh wafat karena berbagai penyebab baik karena sakit Covid maupun sakit non Covid. 

Diakuinya, memang  ada yang mengaitkan wafatnya para ulama dengan tanda bahwa kiamat telah dekat. Pandangan ini berlandaskan pada hadist Rasulullah SAW yang menyebut, kiamat akan terjadi saat ilmu hilang dari Bumi dan hilangnya ilmu terjadi ketika para ulama diwafatkan. 

Rasulullah SAW bersabda: 

ﻣﻦ ﺃﺷﺮﺍﻁ ﺍﻟﺴﺎﻋﺔ ﺃﻥ ﻳُﺮْﻓَﻊَ ﺍﻟﻌﻠﻢ، ﻭﻳَﺜْﺒُﺖَ ﺍﻟﺠﻬﻞُ

“Termasuk tanda-tanda hari kiamat adalah diangkatnya ilmu dan tetapnya kebodohan.“ (HR Bukhari). Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW bersabda:   

ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠﻪ ﻻ ﻳَﻘْﺒِﺾُ ﺍﻟﻌِﻠْﻢَ ﺍﻧْﺘِﺰَﺍﻋَﺎً ﻳَﻨْﺘَﺰِﻋُﻪُ ﻣﻦ ﺍﻟﻌِﺒﺎﺩِ ﻭﻟَﻜِﻦْ ﻳَﻘْﺒِﺾُ ﺍﻟﻌِﻠْﻢَ ﺑِﻘَﺒْﺾِ ﺍﻟﻌُﻠَﻤَﺎﺀِ ﺣﺘَّﻰ ﺇﺫﺍ ﻟَﻢْ ﻳُﺒْﻖِ ﻋَﺎﻟِﻢٌ ﺍﺗَّﺨَﺬَ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﺭﺅﺳَﺎً ﺟُﻬَّﺎﻻً ، ﻓَﺴُﺌِﻠﻮﺍ ﻓَﺄَﻓْﺘَﻮْﺍ ﺑِﻐَﻴْﺮِ ﻋِﻠْﻢٍ ﻓَﻀَﻠُّﻮﺍ ﻭَﺃَﺿَﻠُّﻮﺍ 

“Sesungguhnya Allah SWT tidak mengangkat ilmu dengan sekali cabutan dari para hamba-Nya, akan tetapi Allah mengangkat ilmu dengan mewafatkan para ulama. Ketika tidak tersisa lagi seorang ulama pun, manusia merujuk kepada orang-orang bodoh. Mereka bertanya, maka mereka (orang-orang bodoh) itu berfatwa tanpa ilmu. Mereka sesat dan menyesatkan.“ (HR Bukhari).

Ustadz Epan, menjelaskan, Rasulullah memang mengisyaratkan peristiwa wafatnya para ulama bisa diartikan sebagai tanda hari akhir telah dekat.

Menurutnya, wafatnya ulama bukan sekadar menjadi rambu bahwa kiamat telah dekat, melainkan juga menjadi rambu untuk segera melakukan regenerasi ulama, sehingga umat tidak kehilangan rujukan. Umat juga bisa mencegah hilangnya ilmu atau ajaran Islam karena wafatnya ulama.

Dia juga menuturkan, bahaya minimnya atau bahkan nihilnya ulama yang bisa menjadi rujukan umat adalah dampak terburuk dari wafatnya para ulama. Umat jadi meminta rujukan kepada ulama-ulama sesat yang minim ilmu, seperti yang dinubuatkan Nabi Muhammad SAW.

“Yang bahaya bagi umat, kalau tokoh agama banyak tapi referensi yang kompeten dalam bidang masalah ilmu keislaman itu nggak ada,” jelasnya.

Menyadari hal itu, kata Ustadz Epan, di Rumah Quran Azali yang telah kami mulai sejak 3 tahun lalu ialah melakukan kaderisasi ulama melalui penyiapan generasi muda yang hafal Qur’an dan hafal hadist.

“Kita berharap ke depan akan ada generasi ulama dari Rumah Quran Azali yang bisa menjadi   rujukan umat dalam bertanya atau mempelajari ajaran agama Islam.  Ini yang kami sedang lakukan program regenerasi atau pengkaderan ulama karena kita sadar akan bahaya wafatnya ulama,” pungkas Epan. (Red)

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *