Jumhur: Pemberhentian Status Mahasiswa Pertama Kali Terjadi Era Soeharto

  • Whatsapp
Spread the love

Jakarta, Sobatjuang.id – Ancaman pemberhentian mahasiswa jika turun demo yang kini banyak menyebar di kalangan kampus di tanah air sesungguhnya sudah terjadi sejak era Soeharto. Ancaman itu diakui memang banyak ditakuti para mahasiswa yang coba-coba nekad demo.

“Pemberhentian status saya dan teman-teman sebagai mahasiswa ITB terjadi pada tahun 1989 ketika kami demo bakar ban sebagai protes kedatangan Mendagri Rudini,” ujar aktivis Mahasiswa Tahun 89, Moh Jumhur Hidayat pada webinar bertema “Refleksi Peristiwa 5 Agustus 1989 dan Gerakan Mahasiswa Masa Kini”, Sabtu (7/7).

Webinar ini turut dihadiri aktivis 98 Ray Rangkuti, dan Ketua BEM UI, Leon Alvinda. Jubir Presiden, Fajroel Rahman yang juga rekan Jumhur pada aksi  5 Agustus sayang batal jadi narasumber.

Menurut Jumhur, waktu itu ada 3 simbol kekuasaan. Presiden, Wakil Presiden dan Mendagri. Mendagri Rudini ini membawahi para gubernur dan walikota di mana banyak kasus-kasus tanah terjadi di daerah yang banyak jaringan mahasiswa turun mengadvokasi.

“Jadi kami demo Rudini sebagai protes atas maraknya kasus tanah pada era Soeharto..” ujar Jumhur yang mantan Kepala BNP2TKI era Presiden SBY.

Peristiwa Gedung Guna (GSG) ITB pada Sabtu pagi, 5 Agustus 1989,lanjutnya  tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan puncak dari kritik panjang pada era otoritarian Presiden Soeharto.

Jumhur menambahkan, akibat aksi itu, Rektor ITB kemudian memecat Jumhur dkk. “Jadi  pemecatan kami sebagai mahasiswa baru terjadi pertama kali dalam sejarah di era Soeharto,” tegasnya.

Aksi-aksi mahasiswa, kata Jumhur  merupakan protes atas tersumbatnya demokrasi dan keadilan. Baginya, apa yang diperjuangkan waktu itu agendanya tidak lebih dari demokrasi dan keadilan. (Zul)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *