Beruntungnya Seseorang Menjadi Muslim

  • Whatsapp
Spread the love

Jakarta, Sobatjuang.id – Meriah ganjaran pahala yang besar dalam Islam sesungguhnya merupakan amalan yang paling didambakan umat Islam. Karena itu, seorang muslim perlu mengetahui amalan apakah yang akan menyebabkan ia meraih pahala yang besar.

“Ibadah yang kecil saja seperti mengucapkan kata Subhanallah dan Hamdallah, pahalanya seperti memenuhi antara langit dan bumi,” ujar Ustadz Ahmad Fadillah, S.Pdi, M.Pdi, ketika mengisi kajian di Majlis Ad Dzakir di Kampung Lio, Jatinegara, Cajung, Jakarta, Rabu (1/8/2021).

Read More

Menurut Ustadz Ahmad, dengan amalan yang mudah dan ringan itu seseorang bisa mendapatkan surga yang didambakannya. Keutamaan amalan itu terdapat pada kajian hadist Arbain ke-23 yang berasal dari Abu Malik Al-Harits bin ‘Ashim Al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Bersuci itu sebagian dari iman, ucapan alhamdulillah (segala puji bagi Allah) itu memenuhi timbangan. Ucapan subhanallah (Mahasuci Allah) dan alhamdulillah (segala puji bagi Allah), keduanya memenuhi antara langit dan bumi. Shalat adalah cahaya, sedekah adalah bukti nyata, kesabaran adalah sinar, Al-Qur’an adalah hujjah yang membelamu atau hujjah yang menuntutmu. Setiap manusia berbuat, seakan-akan ia menjual dirinya, ada yang memerdekakan dirinya sendiri, ada juga yang membinasakan dirinya sendiri.’” (HR. Muslim) [HR. Muslim, no. 223]

Ustadz Ahad menjelaskan, keutamaan bersuci, shalat, sedekah, sabar, dan shahibul Quran akan diterangkan dalam hadits Arbain #23 kali ini.

Dia menjelaskan, Bersuci yang dimaksudkan adalah meninggalkan kesyirikan, dosa, dan maksiat serta berlepas diri darinya. Bisa pula diartikan bersuci di sini dengan wudhu untuk shalat karena wudhu adalah syarat sah shalat. Sedangkan penyebutan iman kadang dimaksudkan untuk shalat seperti dalam ayat,

وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُضِيعَ إِيمَانَكُمْ

“Dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu.” (QS. Al-Baqarah: 143)
Ath-thuhur artinya perbuatan untuk bersuci, sedangkan ath-thohur artinya air yang digunakan untuk bersuci. Sama seperti kata al-wudhu artinya perbuatan berwudhu, sedangkan al-wadhu artinya air yang digunakan untuk berwudhu.

Bacaan alhamdulillah memenuhi timbangan. Sedangkan bacaan subhanallah dan alhamdulillah memenuhi langit dan bumi, bisa jadi dengan dua bacaan tersebut bersama-sama atau salah satunya.
Tasbih berarti menyucikan Allah dari berbagai kekurangan.

Sedangkan tahmid adalah menyifatkan Allah dengan berbagai sifat kesempurnaan.
Shalat adalah cahaya, yaitu cahaya pada hati dan cahaya pada wajah. Cahaya ini adalah hidayah dan juga akan menjadi cahaya pada hari kiamat.

Sedekah, lanjut Ustadz Ahmad adalah bukti benarnya iman seseorang karena biasanya jiwa bersifat pelit dengan harta. Sifat orang munafik biasa beramal atas dasar riya’. Ia sulit bersedekah karena pelitnya pada harta.

Adapun Sabar sendiri mencakup tiga hal, yaitu sabar dalam ketaatan, sabar dalam menjauhi maksiat, dan sabar dalam menghadapi takdir yang menyakitkan. Orang bisa bersabar menandakan akan kuatnya iman dan pandangannya yang bagus (bercahaya), sehingga disebutlah sabar itu dhiya’ (cahaya).

Ustadz Ahmad menambahkan, Al-Qur’an itu bisa jadi pendukung kita atau akan menuntut kita. Al-Qur’an bisa menjadi pendukung jika kita membenarkan, menjalankan perintah, dan menjauhi larangan yang ada di dalamnya, serta membacanya dengan benar. Sebaliknya Al-Qur’an akan menuntut kita ketika kita berpaling darinya dan tidak menjalankan sebagaimana yang dituntut.

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *