Rumah Quran Azali Gelar Pelatihan Cara Smart Bisnis Online di Shopee

  • Whatsapp
Spread the love

Jakarta, Sobatjuang.id – Sebanyak 14 srikandi yang berdomisili di keluarahan Kebagusan, Jakarta Selatan mengikuti pelatihan cara Smart Bisnis Online  di marketplace Shopee. 8 dari peserta itu merupakan guru Quran Azali (musrifah) dan sisanya anggota Komunitas Pecinta Mesjid (KPM)

“Kami konsern dengan upaya untuk mengadakan literasi digital marketing online baik kepada santri binaan kami di RQ Azali maupun kepada masyarakat umum,” ujar Direktur Marketing RQ Azali, Abdul Rohim ditemui usai memberikan pelatihan di RQ Azali Ikhwan di Kebagusan Jakarta, Rabu (1/9/2021).

Read More

Turut hadir mendampingi, Presiden KPM, Abdul Aziz, Direktur Utana RQ Azali, Ustadz Epan Wiranata Hafidzahullah dan Direktur Operasional, Endang Sutisna.

Menurut Bang Doel, sapaan akrab Abdul Rohim, pelatihan ini digelar agar para santri dan warga sekitar memahami tentang pemasaran produk secara online. Rata-rata  peserta memang sudah memiliki akun di shope yang digunakannya untuk berbisnis. Namun, meski mereka memiliki akun bisnis tak berarti omset penjualannya meningkat

“Memang tidak sedikit pedagang di Shopee yang mengeluh akibat sulitnya berjualan di Shopee, dan betapa sepinya toko mereka. Karena itu melalui pelatihan ini kita berikan tips bagaiman meningkatkan omset secara smart,” ujar Bang Doel yang juga berporfesi sebagai MC (Master of Ceremony) ini.

Dia menuturkan, dari dialog dengan para peserta kursus dapat ditarik satu kesimpulan pasti mengapa toko mereka sepi, yaitu kurangnya Inovasi atau dengan kata lain, tidak tahu strategi jitu cara berjualan di Shopee.

“Mulai dari tidak tahu cara keluar dari perang harga, performa toko yang jalan di tempat, riset produk yang payah, dan segenap permasalahan berjualan di Shopee lainnya,” begitu imbuh Bang Doel.

Kendala-kendala tersebut akan sulit diatasi jika kita tidak tahu ilmunya atau tidak punya mentor ahli. Trial & error yang berkepanjangan akan memakan waktu dan ongkos yang besar, serta potensi keberhasilan yang minim.

Karena itu, lanjutnya, untuk keluar dari kemandekan tersebut, kita membutuhkan semacam, katakanlah, “Cara Jualan di Shopee” atau sejenisnya.

Workshop yang digelar RQ Azali ini merupakan kali keduanya diadakan selama sehari penuh. Peserta belajar tentang mindset, teori, dan praktik jualan di Shopee secara lengkap dan menyeluruh.

Pada sesi pertama, para peserta belajar tentang cara membuka toko, tahapan pemetaan membangun bisnis, cara menganalisa Kompetisi dan Kompetitor, cara mengoptimalkan tampilan toko, strategi optimasi foto produk.

Pada hari kedua peserta belajar tentang: cara beriklan yang ampuh di Shopee, strategi mengoptimalkan kinerja CS, membaca pola trafik dari luar Shopee, dan tentang delegasi ke tim.

“Kami berharap dengan memberikan workshop literasi digital marketing ini bisa membantu meningkatkan pendapatan bisnis UKM umat nantinya,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Shopee hadir di Indonesia pada 2015. Sejak saat itu, platform marketplace asal Singapura tersebut mencuri perhatian khalayak, dan menjadikannya e-commerce paling banyak dikunjungi pada 2018.

Melesatnya Shopee di puncak top of mind e-commerce Indonesia cukup mudah ditebak. Sejak kemunculannya, perusahaan di bawah kendali perusahaan bernama Sea ini memang bertekad menjadi fashion e-commerce, dengan perempuan sebagai target market pertama dan utamanya.

Kedigdayaan Shopee mengirim jutaan pedagang untuk menjajal peruntungan di e-commerce dengan lambang warna oranye ini. Pada kuartal III 2019 Shopee catat 1.2 juta transaksi per-hari di Indonesia. (Zul)

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *