Ustadz Andri: Bacalah Al Quran dengan Tartil

  • Whatsapp
Spread the love

Jakarta, Sobatjuang.id –   Al Quran merupakan pedoman dan petunjuk untuk alam semesta dan seluruh umat. Kita sebagai umat Islam diperintahkan untuk membaca, mempelajari, mengamalkan serta mengajarkan Al-Quran, sebagai kitab terakhir yang diturunkan oleh Allah Swt dan masih terjaga isinya hingga sekarang. Salah satu adabnya adalah membaca Al-Quran dengan tartil.

Pesan itu disampaikan Ustadz Andi Gunawan, Lc, M.Phil ketika memulai pembacaan Al Quran yang dilanjutkan dengan kajian tasirannya di majelis Ad Dzakir, Kampung Lio, Jakarta Timur, Ahad (12/9/2021)

Read More

“Dan bacalah Al-Quran itu dengan tartil,” ujar Ustadz Andri yang juga pengajar tetap Kampus Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) ini mengutip ayat dalam Al Qur’an Surat Al-Muzzammil  ayat 4.

Menurut Ust. Andri  yang dimaksud dengan membaca Al-Qur’an dengan Tartil  yaitu menurut arti kata adalah perlahan-lahan. Dalam Tafsir Ibnu Katsir, tartil berarti membaca sesuai hukum tajwid. Membaca secara perlahan akan membantu seseorang untuk memahami dan mentadabburi maknanya.

Rasulullah bersabda bahwa orang yang membaca Al Quran kelak akan diseru:  Bacalah, telitilah, dan tartilkan sebagaimana kamu dahulu di dunia mentartilkannya, karena kedudukanmu berada di akhir ayat yang engkau baca. (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi).

Dari pembahasan rutin kajian Al Quran majelis aAd Dsikir ini ada 7 point penting dalam membaca Al Quran” 

  1. Setiap huruf harus diucapkan dengan makhraj (tempat keluarnya huruf) yang benar. Sehingga ط (tha’) tidak dibaca تَ (ta) dan ضَ (dha’) tidak dibaca ظ (zha).
  2. Berhenti pada tempat yang benar. Jangan memutuskan atau melanjutkan bacaan di tempat yang salah.
  3. Membaca semua harakat dengan benar, yakni menyebut fathah, kasrah dan dhommah dengan perbedaan yang jelas.
  4. Mengeraskan suara sampai terdengar oleh telinga kita, sehingga Al-Qur’an dapat mempengaruhi dan meresap ke hati.
  5. Memperindah suara agar muncul rasa takut kepada Allah Ta’ala, sehingga mempercepat pengaruh ke dalam hati. Orang yang membaca dengan rasa takut kepada Allah, hatinya akan lebih cepat tepengaruh serta menguatkan nurani dan menimbulkan kesan yang mendalam di hati.
  6. Membaca dengan sempurna dan jelas setiap tasydid dan madnya. Jika membaca dengan lebih jelas, maka akan menimbulkan keagungan Allah serta mempercepat masuknya kesan dalam hati kita.
  7. Memenuhi hak ayat-ayat yang mengandung rahmat dan ayat-ayat azab.

Membaca Al-Quran tentunya memiliki banyak keutamaan. Mulai dari sebagai syafaat kita di hari akhir nanti, mendapatkan pahala, hingga keberkahan bagi kita dalam menjalani kehidupan di dunia ini. Dan tentunya dengan membaca Al-Quran beserta tartilnya akan membawa keutamaan lebih bagi kita, lantaran seperti yang telah disampaikan diawal, bahwasanya kita diperintahkan untuk bukan hanya sekadar membacanya saja, tetapi mempelajarinya, mengamalkannya serta mengajarkannya.

“Maka dari itu, dengan kita membaca Al-Quran beserta tartilnya, kita sudah mempelajarinya serta membacanya dengan baik. Tinggal selanjutnya kita harus terus istiqomah, agar kita benar-benar senantiasa menjadi Al-Quran sebagai pedoman hidup kita,” gugah jebolan kampus Afghanistan ini.

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *