Pengamat Ketenagakerjaan Agusdin Subiantoro Sebut Pengangguran Terjadi di tanah Air, Padahal Masih Banyak Peluang Kerja di Luar Negeri

  • Whatsapp
Spread the love

Jakarta, Sobatjuang.id – Pengamat ketenagakerjaan Agusdin Subiantoro, menyatakan dewasa ini pengangguran banyak terjadi di Tanah Air, padahal masih banyak peluang kerja bagi PMI (Pekerja Migran Indonesia) di luar negeri.

Menurutnya, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Februari 2021, mencatat jumlah pengangguran mencapai 8,75 juta orang atau naik atau 6,26%, meningkat dibanding Februari 2020 sebesar 4,95%. Sementara tingkat pengangguran pada Agustus 2021 ini diperkirakan mencapai 7,15% – 7,35%.

“Jadi, angka penganggguran terus mengalami peningkatan. Ini tidak semata-mata karena pandemi Covid 19. Namun demikian, peluang kerja bagi PMI juga masih tersedia banyak di luar negeri,” ungkap Agusdin Subiantoro, Minggu (19/9/2021) di Jakarta.

Menurut Agusdin, dalam upaya memperkuat  ke arah penempatan PMI di luar negeri itu, perlu dilakukan terobosan pengembangan update skill yang memadai untuk calon tenaga kerja, agar bisa terserap oleh lapangan kerja, baik di tanah air maupun untuk penempatan tenaga kerja di luar negeri.

Ia melanjutkan, dari situ, baru dibuat modul pelatihan tenaga kerjanya. Sehingga tidak ada lowongan kerja yang tidak terisi. Sebaliknya pula, tidak ada calon tenaga kerja yang tidak terserap baik untuk di dalam atatupun di luar negeri.

“Jika pasar di dalam negeri tidak mampu memenuhi, kita harus memiliki peta kebutuhan tenaga kerja di luar negeri. Dengan demikian, bisa disiapkan calon tenaga kerja yang bisa memenuhi kebutuhan pasar kerja dunia,” ujarnya.

Agusdin mengatakan, masih tingginya permintaaan kerja PMI di luar negeri tersebut di antaranya meliputi bidang pekerjaan seperti pertanian, perikanan, kelautan serta kesehatan yang tetap normal dan sebagiannya meningkat.

“Artinya, tetap ada kebutuhan tenaga kerja dari Indonesia,” tutur Agusdin, yang mengaku sejauh ini terjadi peningkatan jumlah peserta pelatihan untuk menjadi Awak Buah Kapal (ABK) ke luar negeri di sejumlah daerah.

Yang penting, bagi Agusdin, pemerintah harus terus berupaya menyesuaikan utamanya dengan kebutuhan pasokan pasar kerja dunia.

Mengenai hal ini, Agusdin meminta agar calon pekerja migran dapat disesuaikan vaksinnya dengan jenis vaksin yang diterima oleh negara penerima pekerja migran. (edi)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *