Masuki Era “Living with Covid-19” Perlu Restorasi Hak Kesehatan, Ekonomi dan Sosial Budaya

  • Whatsapp
Spread the love

Jakarta, Sobatjuang.id – Ketua Departemen Ekonomi & Pembangunan, DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Farouk Abdullah Alwyni menyatakan bahwa selama pemberlakuan PSBB maupun PPKM, banyak aktivitas ekonomi terpukul, mobilitas masyarakat terhenti, belum lagi dampak sosial psikologis, dan yang terkena hantaman paling berat adalah kelompok rentan, padahal sekitar 70% masyarakat Indonesia diperkirakan masih masuk kelompok rentan ini, kelompok ini adalah kelompok yang belum menjadi kelas menengah, yang setiap saat bisa kembali hidup dibawah garis kemiskinan. 

Alih-alih memperbaiki keadaan, kata Farouk, kebijakan sertifikat vaksin yang datang belakangan justru dapat memperpanjang realitas keterpurukan itu. Berlakunya kebijakan sertifikasi vaksin menandakan pemerintah tidak betul-betul mempelajari dampak berat masa-masa pembatasan seperti PSBB dan PPKM darurat terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat.

Read More

Farouk melihat bahwa penggunaan kebijakan sertifikat vaksin untuk membuka aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat pada esensinya adalah bersifat diskriminatif, padahal vaksin hanyalah salah satu upaya untuk menangani pandemik Covid-19. Terlebih lagi vaksin-vaksin yang ada sekarang ini tidak bisa menjamin seseorang tidak terkena dan menularkan Covid-19. Lebih dari itu, daya lindung vaksin-vaksin yang adapun ternyata cenderung menurun dengan perjalanan waktu. “Alasan yang sering diungkapkan adalah bahwa vaksin dapat mencegah keparahan dan kematian seseorang jika terkena Covid-19. Tetapi pendapat ini mulai mendapatkan tantangan dari fakta-fakta yang terjadi dilapangan seperti di Amerika Serikat, Belgia, Inggris, Israel, Portugal, maupun Singapura. Semuanya akhirnya kembali kepada kondisi kesehatan seseorang sebelum terkena Covid-19,” ungkap mantan Caleg Dapil DKI II PKS ini.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *