Kajian Bulanan Majelis Ad Dzakir, Z – Lee: Tidak Ada Larangan Mencintai Nabi

  • Whatsapp
Ibu-ibu Majelis Taklim Ad Dzakir berfose dengan Pengasuh, KH. Andri Gunawan, Lc, M.Phil
Spread the love

SOBATJUANG.ID – BULAN Desember tahun ini merupakan punya arti spesial bagi kaum muslimin di Indonesia. Hal ini disebabkan pada Rabiul Awal ini merupakan bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Karena itu, tak mau menyianyiakan bulan yang istimewa ini, Majelis Taklim Ad Dzakir yang berada di Kampung Lio RT 15/ 03  No. 18 Kelurahan Jatinegara, Jakarta Timur ini menggelar kajian bulanan kedua dengan memanggil KH Syahrillah H. Asfari, S.Ag. atau yang biasa disapa Kiya Z-Lee.

Read More

“Kemajuan dan kekebatan suatu bangsa tidak akan berarti jika di dalam negara itu terjadi dekadensi moral,” ujar Kiyai Z-Lee, Jakarta, Minggu (7/11/2021).

Kiyai Z- Lee

Berbicara dalam tema “Meneladani Kepribadian Rasulullah SAW Dalam Kehidupan Seorang Muslim” Kiay Z-Lee yang juga pengasuh Ponpes Utama Nuurun Fauqo Nuurin Bogor ini menuturkan, Nabi diutus kedunia untuk menyempurnakan akhlak.  Ketika itu, pada masa jahiliyah terjadi dekadensi moral dan hanya Nabi yang bisa memperbaiki moralitas masyarakat pada waktu itu.

Seluruh ajaran Nabi hingga kini masih relevan dan bisa diterapkan pada umat Manusia . “Andai saja di Indonesia para pemimpinnya mau mengikuti suri tauladan kepemimpinan Nabi, maka negara ini akan damai, sejahtera dan rakyat hidup dalam kemakmuran,” paparnya.

Sayangnya, kata Kiai Z-Lee, menurut kalangan awam, pemimpin yang ada sekarang ini tidak ada yang mengikuti kepemimpinan Nabi. Contoh, di era PPKM ini rakyat di suruh tinggal di rumah tapi tidak diberki solusi. Kalau mereka gak kerja ke luar akan mati kelaparan, nah kalau mereka tinggal di rumah kan juga mati kelaparan.

Sejarah Maulid          

Kiai Z-Lee mengungkapkan, bahwa adalah Salahudin Al Ayubi merupakan Sultan Mesir dan Suriah sekaligus muslim pertama yang menyelenggarakan maulid Nabi. Sultan Salahudin Al Ayubi yang juga pendiri Dinasti Ayubiyah di Mesir, Suriah, sebagian Yaman, Irak, Mekah Hejaz, dan Diyar Bakr itu menyelenggarakan maulid untuk menyemangati kaum muslimin yang tengah berperang melawan pasukan Kristen dalam Perang Salib.

Sultan Shalahuddin Al-Ayyubi pada tahun 567-622 Hijriyah, kala itu merupakan penguasa Dinasti Ayyub di bawah kekuasaan Daulah Abbassiyah.

Podcast Majelis Ad Dzakir

“Jadi, tujuannya merayakan Maulid untuk meningkatkan semangat jihad kaum muslimin dalam rangka menghadapi Perang Salib melawan kaun Salibis dari Eropa dan merebut Yerusalem. Jadi sejak dulu tidak ada larangan untuk mencintai Nabi,” paparnya.

Pimpinan Majelis Ad Dzakir, H. Ramayuli, SE, MM

Sementara itu, pada sambutan pembukaanya, Pimpinan Majelis Ad Dzakir, H. Ramayuli, SE, MM mengatakan kajian bulanan ini dimaksudkan untuk memberikan pencerahan kepada warga di Kampung Lio. Diharapkan dengan kajian ini warga akan semakin bisa memahami indahnya ajaran agama Islam dan kemudian mengimplikasikannya pada kesibukan sehari-hari.

‘Rasulullah merupakan suri teladan yang baik. Karena itu, mari kita ikuti seluruh ajaran Nabi untuk keselamatan kedidupan kita di dunia dan akherat,” harapnya.

Kajian Bulanan Majelis Ad Dzakir ini dibuka dengan pembacaan ayat suci Al Quran Oleh Ustadzah Hasbi dan Sari Tilawah oleh Nuning Sih Winasti. Pada bagian akhir kajian, ditutup dengan pembacaan do’a oleh pengasuh Majelis Ad Dzakir, KH Andri Gunawan, Lc, M.Phil.

Turut hadir pada kajian bulanan kedua ini, Sekretaris Majelis Ad Dzakir, Drs. Zulfikri, para alim ulama dan tokoh masyarakat setempat.

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *