Bonus Untuk Tim Piala Thomas Indonesia Akhirnya Diberikan Pemerintah

  • Whatsapp
Spread the love

SOBATJUANG.ID –¬†KEBERHASILAN¬†Tim Piala Thomas Indonesia menjuarai turnamen bulutangkis beregu putra akhirnya mendapatkan apresiasi Pemerintah Indonesia.

Apresiasi berupa bonus kepada Tim Piala Thomas Indonesia ini diberikan langsung Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali di Auditorium Wisma Kemenpora, Senin (27/12) siang. Bonus sebesar Rp10 miliar diterima langsung oleh Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI), Agung Firman Sampurna.

Sebagaimana diketahui Tim Piala Thomas Indonesia Indonesia berhasil menjadi juara setelah di final mengalahkan China dengan skor telak 3-0, pada 17 Oktober 2021 di Ceres Arena, Aarhus, Denmark.

Keberhasilan itu diraih setelah Anthony Sinisuka Ginting mengalahkan Lu Guanzu 18-21, 21-14, dan 21-16, Fajar Alfian-Muhammad Rian Ardianto menang He Ji Ting/Zhou Hao Dong 21-12, 21-19 serta Jonatan Christie mematahkan perlawanan Li Shi Feng 21-14, 18-21, dan 21-14.

Piala Thomas yang berhasil diraih tersebut merupakan yang ke-14 kalinya dari 20 kali keberhasilan masuk babak final. Namun keberhasilan tersebut juga sudah ditunggu selama 19 tahun. Indonesia terakhir kali menjadi juara Piala Thomas pada tahun 2002 di Guangzhou, China, setelah di final mengalahkan Malaysia 3-2.

Masalah bonus ini sempat menjadi polemik di Twitter ketika tagar #AtletHarusPaham digemakan para buzzer sehingga menjadi trending.

Tagar muncul setelah sejumlah pebulu tangkis Indonesia menyindir pemerintah terkait bonus Tim Piala Thomas Indonesia yang belum cair.

Netizen menanggapi tagar #AtletHarusPaham dengan membuat bermacam tagar antara lain #ApresiasiUntukAtlet #AtletBuyuhApresiasi #MenporaHarusPaham bahkan ada yang membuat tagar #SaatnyaGantiMenpora.

Karena itu, dalam kesempatan penyerahan bonus, Menpora Zainudin Amali menegaskan bahwa pemerintah benar-benar memperhatikan atlet dan cabang olahraga. Hal itu dibuktikan dengan adanya apresiasi berupa bonus tersebut.

Menurut Menpora, pemberian bonus terlambat karena pihaknya harus mengikuti aturan terkait dengan penggunaan keuangan negara.

“Pemerintah, negara benar-benar memperhatikan (atlet), cuma kan tidak bisa grasa grusu (mencairkan bonus), karena ini ada aturannya (undang-undang),” ujarnya, dikutip dari laman resmi Kemenpora.***

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *