Jumhur Hidayat: Setahun Lalu Saya Diborgol, Hari Ini Diberi Amanah Memimpin Organisasi Buruh Terbesar

  • Whatsapp
Spread the love

SOBATJUANG, JAKARTA – Kongres Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) X memilih Moh Jumhur Hidayat secara aklamasi sebagai Ketua Umum KSPSI 2022-2027

Usai dilantik, Jumhur diminta tampil ke podium. Dalam pidato berdurasi 10 menit, Jumhur berorasi tentang membangun cita-cita perjuangan buruh dalam wadah baru KSPSI.

“Satu tahun lalu tangan saya diborgol karena men-tweet UU Omnibus Law yang tidak dikehendaki oleh rakyat terutama buruh kita di seluruh Indonesia,” ujar Jumhur.

“Hari ini saya mendapat amanat yang begitu besar dan berat untuk memimpin KSPSI, sebuah organisasi yang terbesar di Indonesia. In sha Allah, atas kerjasama kita semua, masukan, dan desakan dari daerah dan anggota maka kita semu bisa majukan KSPSI Bersama,” tambah mantan Kepala BNP2TKI ini.

Pidatonya ini diikuti seluruh peserta kongres yang terdiri dari 22 DPD, 270 DPC, 13 DPP, dan 12 Serikat Pekerja Anggota (SPA) KSPSI baik secara online maupun yang hadir di hotel Golden Boutique Jakarta, Rabu (16/2/2022).

Dalam pidatonya, Jumhur mengucapkan terimakasih atas kepercayaan para peserta Kongres KSPSI X yang memberikan amanat kepadanya untuk memimpin KSPSI untuk 5 tahun ke depan.

Jumhur mengapresiasi antusiasnya peserta Kongres akan agenda perubahan untuk bangkit, maju, dan Jaya KSPSI. Perubahan itu hanya akan terjadi jika KSPSI mampu melakukan pembinaan, pelindungan, dan peningkatan kesejahteraan bagi pekerja. Jadi bina, lindung dan sejahtera adalah basis dari bangkitnya, majunya dan jayanya pekerja kita.  

Pada kesempatan itu, Jumhur menyatakan akan membangun keterbukaan dalam serikat pekerja. Ia berjanji agar nantinya ada audit tahunan keuangan secara terbuka.

Jumhur ingin membangun KSPSI menjadi organisasi yang modern, mandiri, professional. Dan itu hanya bisa dilakukan jika kita bisa menyusun SDM yang profesional. SDM profesional itu tidak harus muda atau tua. Yang penting bukan usia tapi ada tidak progresifitas yang  mampu mengantisipasi hal-hal yang meningkatkan kesejahteraan buruh.  Karena itu, tidak boleh di kepungurusan kita ada avouturir atau petualangan yang menumpang di organisasi untuk kepentingan sendiri.

Ke depan, dalam konsep ideologi Tripartit, pemerintah, pengusaha dan buruh adalah setara. Pemerintah  bukan dewa, dan kita bisa memberi masukan untuk kesejahteraan bangsa. Jika buruh sejahtera maka bangsa ini juga sejahtera.

Dalam kaitannya dengan hubungan internasional, Jumhur berharap KSPSI  harus membangun kerjasama dengan organisasi buruh internasional.

“Kita akan bangun kerjasama internasional untuk meningkatkan kesejahteraan buruh kita,” tegas Jumhur.

Bicara soal gerakan buruh, Jumhur menilai gerakan buruh tidak hanya membahas hal normative. Isu normative buruh tidak perlu diskusi lagi, tapi perjuangan dan lawan. Kedua, di  luar yang normative, ada agenda  Long Wages Labour Welfare Improvement atau perbaikan peningkatan kesejahteraan pendapatan buruh yang tidak berbasis upah. Jumhur mencontohkan seperti membangun Bank Pekerja, perumahan buruh. membuat supermarket, dll.

KSPSI harus bisa menjadi rumah besar bagi Gerakan buruh di Indonesia. “Mari dengan khidmatnya kita kembali kepada buruh dan pekerja,  kita bisa berkolaborasi bagi peningkatan kesejahteraan buruh ke depannya. Hanya dengan kerjasama kita bisa membangun cita-cita buruh dan disegani siapapun,” pungkas Jumhur.

Perjalanan Jumhur

Sebelum memimpin KSPSI, Jumhur dikenal sebagai aktivis kampus ITB dan lama berkecimpung di dunia pergerakan buruh. Ia pernah menjabat sebagai Kepala BNP2TKI selama 7 tahun di era Presiden SBY. Setelah itu, memimpin GASPERMINDO (Gabungan Serikat Pekerja Merdeka Indonesia), Federasi Serikat Pekerja Maritim, Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Maritim Indonesia,  Deklarator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI).

Di era Soeharto, Jumhur dan beberapa rekannya pernah dipenjara dan dikirim ke Nusa Kambangan karena aksi demo di kampus ITB. (Zul/ Toha).

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *