Syahganda Nainggolan: Konsolidasi Demokrasi Rakyat Tidak Boleh Berhenti

  • Whatsapp
Spread the love

SOBATJUANG.ID – LeSPK Yogyakarta bersama Netes Institute, Jumat 25 Februari 2022 menyelenggarakan bedah buku pledoi Dr. Syahganda Nainggolan berjudul “Menggugat Indonesia Menggugat, Catatan dari Balik Penjara”.

Diskusi berlangsung secara Luring bertempat di Netes Coffee, Babarsari Yogyakarta dihadiri mahasiswa Yogyakarta dan aktivis BEM.

Hadir sebagai pembicara Syahganda Nainggolan, Ade Respati Sasongko S.IP (Anggota DPRD Sleman) dan Faried Cahyono (Jurnalis dan peneliti senior) dan In’AM eL Mustofa (Direktur LeSPK) 

Ade Respati memberi catatan kecil pada buku ‘Menggugat Indonesia Menggugat’ pada level pola-pola amputasi yang dilakukan oleh oligarki sudah menyasar hampir semua sektor strategis negara.

“DPRD saja praktis sudah kehilangan fungsi legislasi nya. Sehingga ke depan perlu daya dobrak yang lebih kuat untuk melakukan perubahan,” kata Ade Respati.

Adapun Farid Cahyono lebih menyoroti agar aktivis jangan mau berhenti untuk tidak menorehkan aktivitas dan kesaksian dalam bentuk buku. Kesemuanya akan sempurna hasil bukunya jika memiliki Tim penulis.

Syahganda dalam kesempatan tersebut, situasi sekarang sebenarnya tidak jauh beda dengan masa kolonial.

“Struktur kekuasaan jika dibedah adalah untuk memeras hasil SDA untuk kepentingan kolonial, pemerintah yang sedang berkuasa untuk kepentingan mereka sendiri, bukan dikembalikan kepada rakyat kecuali sedikit,” ujar Syahganda.

Oleh karena itu Syahganda mengingatkan, ke depan konsolidasi demokrasi yang lahir dari rakyat jangan sampai berhenti.

Sebagai Pemantik, In’AM eL Mustofa selaku direktur eksekutif LeSPK menuturkan bahwa buku yang dibedah memberi pesan bahwa kekuatan moral perlu disemai kepada, diri, keluarga, kelompok, organisasi dll.

“Apa maksudnya? Agar kita tidak terjebak pada angka-angka dalam menyikapi kondisi sosial. Etika, moral dan keadaban jangan diabaikan, membuang tiga hal tersebut sama saja dengan menghilangkan martabat dalam berbangsa dan bernegara,” pungkas In’AM.***

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *