Formigran Jakarta Dampingi Ketua B2P3 Jamal Lepas 30 PMI ke Taiwan di Bandara Soetta

  • Whatsapp
Spread the love

Sobatjuang.id,Jakarta –  Koordinator Federasi Organisasi Buruh Migran (Formigran) Indonesia cabang Jakarta, Zulfikri D. Jacub turut serta dalam mendampingi Ketua Badan Buruh & Pekerja Pemuda Pancasila (B2P3), Jamaludin Suryahadikusuma dalam melepas 30 Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Taiwan di Bandara Soetta, Rabu (9/3/2020).

Ke-30 PMI yang akan bekerja di perusahaan manufaktur di Taiwan ini merupakan binaan B2P3. Mereka juga sebelum berangkat sudah bergabung dengan Formigran Indonesia.

“Kami juga mendorong agar para PMI yang berangkat ke negara penempatan itu ikut menjadi anggota serikat pekerja setempat. Karena dengan menjadi anggota union, mereka akan lebih melek akan hak-hak pekerja,” ujar Zulfikri D. Jacub ditemui di Jakarta, Jumat (11/3/2022).

Turut mendampingi Ketua B2P3, anggota Joe Bugis dan Ketua Indonesian Maritim Crewing Agent Association (IMCAA), Hengky Wijaya.

Zulfikri menuturkan, sejak keberangkatan 50 PMI bulan lalu dan pemberangkatan kali ini yang berjumlah 30 PMI, kesemua PMI ini sudah menjadi anggota Serikat Pekerja Formigran. Ini berarti jika kelak ada permasalahan di negara penempatan, Formigran akan pro aktif untuk membantu menyelesaikannya.

Ditempat sama, Ketua B2P3 Jamaludin Suryahadikusuma mengatakan pihaknya menggandeng P3MI PT Diyavi Manpower untuk mencari peluang kerja ke Taiwan.

“Kami akan terus berupaya membantu pemerintah dalam mempercepat pemulihan ekonomi terutama warga yang korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sefihak akibat Pendemi Corona maupun mereka yang memang para pencari kerja,” ujarnya.

Dia menuturkan, sebelum mereka berangkat, Job Info di Tegal sudah memberikan bimbingan  kepada para PMI sebelum berangkat meliputi materi tentang kontrak kerja, literasi keuangan, bahaya pergaulan bebas dan pemanfaatan gaji secara produktif.

“Kami akan terus mengawal PMI ini agar kelak ketika merka pulang kontrak kerja nanti mereka bisa membuka usaha di kampung halamannya masing-masing,” harapnya.

B2P3 juga mendorong agar para PMI yang berangkat ke negara penempatan itu ikut menjadi anggota serikat pekerja setempat. Karena dengan menjadi anggota union, mereka akan lebih melek akan hak-hak pekerja.

Terkait gaji yang akan diterima, Jamal mengatakan bahwa untuk gaji di sector  manufaktur ini mereka akan menerima gaji per bulan sekitar 25 Ribu NT atau setara dengan Rp12.5 juta lebih.

Jamal menuturkan, selama di hotel transit di Bandara hingga pelepasan, ke 60 PMI ini tetap kegiatan PMI mengikuti protokol kesehatan ketat. Selama 3 hari mereka tidak boleh ketemu dengan siapapum tidak boleh memesan makanan dari luar dan harus menjaga jarak sesama PMI.  

Seperti diketahui, selama 3 bulan belakangan ini, B2P3 giat membuka banyak Pusat Informasi Pelatihan Kerja dan layanan bantuan hukum pekerja (Job Center B2P3) dalam dan luar negeri. Job Center B2P3 ini sudah ada di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan sebagian Kabupaten di Sumatera.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *