Milisi Kecoa Kakus

  • Whatsapp
Pak Jokowi Minta Dikritik, Hipokrisi dalam Demokrasi?
Spread the love

M. Rizal Fadillah

Pemerhati Politik dan Kebangsaan

Hancur budaya di era Jokowi. Anak-anak miskin intelektual, rasa, dan iman berjingkrak-jingkrak mentertawakan agama, surga, dan neraka. Lewat lagu yang menggambarkan betapa berantakannya budaya nusantara saat ini. Judulnya “Ini bukan Arab”. Kasihan anak-anak milisi ini teracuni dan bermental kecoa kakus. Bau dan kotor.

Coba lihat bagian lirik jingkrak-jingkrak seperti orang gila itu.

Ini bukan Arab, ini bukan Arab, bung. Bukan ! 

Kau paksakan budaya 

Tapi ini bukan di Arab di jaman Nabi

Cepatlah kau mati, tagih pahalamu di surga

Surgamu, nerakaku

Ini bukan Arab, ini bukan Arab, bung. Bukan ! 

Ini bukan Arab, ini bukan Arab. Bukan ! 

Surgamu, nerakaku

Ini bukan Arab, ini bukan Arab, bung. Bukan ! 

Ini bukan Arab, ini bukan Arab. Bukan ! 

Surga palsumu, nerakamu

Ini bukan Amerika, Ini bukan China, bung. Bukan  ! 

Ini Nusantara ala mu, Nusantara ala mu, bung. Iyaa  ! 

Pak Jokowi itu anak-anak di negeri pimpinan bapak. Mereka bukan kebanggaan, bukan kebanggaan. Bukan!

Betapa rusaknya negeri ini karena mengelola negara seenaknya, hutang besar beban bangsa, jurang sosial menganga, meminggirkan agama dan  jingkrak-jingkrak orang gila. Parah juga menjadi negara kecoa.

Kecoa yang bernama latin Blattodea itu otaknya tidak di kepala, matinya terbalik, dan larinya cepat. Takut oleh aroma lavender, peppermint, kapur barus, dan juga daun salam. Berhabitat lembab dan kotor, penyebar kuman. Rumah atau ruang harus dibersihkan dari kecoa-kecoa berbahaya.

Milisi Kecoa Band adalah band kalang kabut yang merusak moral anak muda. Di jaman Soekarno band model ini masuk kategori “ngak ngik ngok”. Budaya hedonis yang tidak sesuai dengan semangat kebangsaan “budaya inperialis”, kata bung Karno.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *