Profesor Ini Bilang Kunjungan Jokowi ke AS untuk Mengemis: Apa Merasa Terhina…

  • Whatsapp
Spread the love

Sobatjuang.id, Washington – Guru Besar Universitas Indonesia (UI) Prof. Ronnie Higuchi Rusli menyoroti kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Amerika Serikat AS.

Melalui akun Twitternya, Prof Ronnie menyebut Jokowi mengemis pergi ke AS untuk menemui Presiden AS Joe Biden dan CEO Tesla Elon Musk.

Ronnie menyebut seharusnya pimpinan negara-negara termasuk Indonesia didatangi oleh CEO. Bukan sebaliknya.

“Biasanya CEO Corporate Dunia yg minta wkt bisa datang ke Indonesia utk bertemu Presiden RI. Sekarang sebaliknya Presiden RI yg minta waktu bisa datang ke Amerika utk bertemu dng CEO Corporate Amerika.

Apkaha negara sdh sedemikian parah sampai mengemis waktu utk bertemu? tulis Ronnie seperti yang dikutip FIN melalui akun Twitter @Ronnie_Rusli pada Kamis (12/5/2022).

Menurut Prof Ronnie, kedatangan Jokowi ke AS tersebut cenderung mengesankan Indonesia mengemis waktu kepada para petinggi perusahaan asing.

“Ohh karena CEO Corparate lebih sibuk mengurusi perusahannya sehingga Presiden RI yang kurang sibuk harus datang menghadap dan meminta CEO agar mau berinvestasi di Indonesia???,” lanjutnya.

Prof Ronie mengatakan istilah ngemis adalah bahasa Indonesia.

“Apapun namanya minta di bilang ngemis ga terhina, itukan bahasa Indonesia. Begging (memohon/meminta) investasi di Indonesia. Atau datang “mengatakan mau beli Saham Perusahan Tesla” Nah ini baru top, mau beli Saham Perusahan Tesla walaupun blm ada mobil listrik sliweran di Jakarta,” tukasnya.

Dia juga menyebut siapapun bebas pergi ke AS meminta apapun yang dikehendaki.

“Siapapun bebas pergi Ke Amerika meminta-2 apapun itu yg diminta. Kan cuma istilah meminta2 artinya mengemis. Apanya merasa terhina kalau memang mau mengemis? Iya kan? Walaupun sebutan umumnya pengemis bukan? Ada loh Presiden sebuah negara di Afrika yg bilang “I never beg!! Mustinya Presiden Amerika yg mengemis “kapan mau datang ke Amerika lagi seperti Alm Presiden Soekarno”  Dijawab Presiden disini nantilah saya sedang sibuk., saya akan cari waktu dulu yaa,” paparnya.

Cuitan dari Prof Ronnie tersebut membalas Tweet dari pegiat sosial media Nicho Silalahi yang meminta Jokowi tak kembali lagi.

“Jangan kembali pulang ya pak, saya rela dan mendukung bapak langsung jadi Presiden disana, biar rakyat Amerika bisa juga merasakan kepemimpinan bapak yang takluk melawan Kartel Minyak Goreng. Sekalian juga biar Ngibul Bapak bisa Go Internasional, ia gak sih? tulis Nicho Silalahi melalui akun Twitter @NichoSilalahi.

Cuitan dari Prof Ronnie tersebut membalas Tweet dari pegiat sosial media Nicho Silalahi yang meminta Jokowi tak kembali lagi.

“Jangan kembali pulang ya pak, saya rela dan mendukung bapak langsung jadi Presiden disana, biar rakyat Amerika bisa juga merasakan kepemimpinan bapak yang takluk melawan Kartel Minyak Goreng. Sekalian juga biar Ngibul Bapak bisa Go Internasional, ia gak sih? tulis Nicho Silalahi melalui akun Twitter @NichoSilalahi.

Tulisan Prof Ronnie itu juga ditanggapi oleh pegiat media sosial Denny Siregar. Menurut Denny, kunjungan Jokowi ke AS adalah upaya jemput bola.

“Ini namanya “jemput bola”. Sebagai negara yang butuh investasi, wajar aja seorang datang ke investor besar. Apa itu ngemis ? Ya bukan. Itu strategi marketing. Lah gimana @univ_indonesia  bs jadi kampus kelas dunia, kalo guru besarnya ga ngerti ginian? sindir Denny Siregar seperti dikutip FIN dari akun Twitter @Dennysiregar7 pada Kamis (12/5/2022).

Seperti dikabarkan sebelumnya, Presiden Joko Widodo berkunjung ke Amerika Serikat dengan agenda kunjungan kerja mulai 11-13 Mei 2022 mendatang.

Dalam kunjungannya, Jokowi diagendakan mengikuti pertemuan dengan pimpinan ASEAN dan Presiden AS Joe Biden dalam KTT Khusus ASEAN-AS atau ASEAN-US Special Summit (AUSS) selama dua hari.

Selanjutnya, pertemuan dengan anggota kongres dan pertemuan dengan para CEO besar Amerika. Terakhir, pertemuan dengan Wakil Presiden AS Kamala Harris dan Tim Perubahan Iklim Amerika. (FIN/ Foto: Ist)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *