Dibalik Deklarasi Komite Mahasiswa Hukum Indonesia. Ada Apa?

  • Whatsapp
Spread the love

Sobatjuang.id, Jakarta – Gerakan mahasiswa sepanjang sejarah Indonesia, hampir tidak dapat dilepaskan dari kentalnya pengaruh politik, terlebih bagi rekan-rekan mahasiswa yang mengambil disiplin ilmu-ilmu sosial dan humaniora.

Bukan berarti hal tersebut suatu yang terlarang, namun masyarakat dan juga mahasiswa itu sendiri ternyata juga merindukan sebuah corak Gerakan mahasiswa yang dalam unsur pengabdian masyarakatnya ia bersifat kritis, independen, loyal terhadap kepentingan masyarakat yang termarjinalkan, bernas secara akademis namun tidak melulu terlibat dalam aksi-aksi politik di jalan.

Jakarta sore ini di sebuah kampus yang terbilang masih belia, STIH Prof Gayus Lumbuun. Kerinduan tersebut seakan membuncah dengan adanya deklarasi Komite Mahasiswa Hukum Indonesia (KMHI), sebuah perhimpunan mahasiswa aktif yang memiliki kesamaan identitas sebagai mahasiswa hukum berasal dari berbagai kampus, diharapkan dapat berumur panjang dan berjalan secara konsisten.

Dalam pidato pembukaan deklarasi, Guntur Efendi sebagai Ketua Presidium KMHI mengutarakan bahwa dengan lahirnya KMHI diharapkan dapat menjadi wadah dalam mengaktualisasikan diri di tengah-tengah masyarakat secara positif, memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara. Kedepannya KMHI tidak hanya sekedar merespon kebijakan dan isu-isu aktual, namun juga melakukan kajian-kajian akademis, pelatihan-pelatihan dan praktek advokasi bagi mahasiswa anggota KMHI.

Lanjutnya, seseorang yang pintar secara akademis dan luar biasa cerdas saja, menurut Guntur tidak cukup dikatakan telah mengeluarkan potensi dirinya. Sebab ia tidak dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat luas kecuali ia mengaktualisasikan dirinya di tengah-tengah masyarakat.

Guntur menambahkan bahwa tujuan berhimpun dalam KMHI juga untuk memperluas jaringan, silaturahmi. Maka ke depannya tentu KMHI akan berinteraksi dan menjalin hubungan dengan berbagai pihak dan kepentingan.

Untuk itu dirinya sebagai ketua dan deklarator menghimbau kepada rekan-rekan KMHI, agar bersama-sama menjamin dan menjaga KMHI ini murni dari mahasiwa dan untuk mahasiswa, tidak terafiliasi oleh organisasi kemasyarakatan manapun dan tidak terafiliasi oleh partai partai politik manapun.

“KMHI sebagai ‘Gerakan akademis’ ini harus memiliki tradisi menjaga jarak dengan kekuasaan. Loyalitas kita adalah kepada Pancasila, Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Fatsun politik kita adalah politik tingkat tinggi, bukan politik praktis. Yaitu menegakkan identitas Indonesia sebagai negara hukum,” pungkasnya. (Djp)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *