Penunjukan YB oleh KJRI Jeddah Sebagai Pengelola Warung Indonesia Makkah Dipertanyakan

  • Whatsapp
Spread the love

Sobatjuang.di, Saudi – Wakil Ketua DPLN PDI Perjuangan Saudi Arabia Bidang Koperasi & UMKM, Ekonomi Kreatif, dan Ekonomi Digital, Ahmad Husin mempertanyakan penunjukan pengusaha Saudi Arabia yaitu ASG selaku Dirut YB sebagai pengelola lapak “Warung Indonesia” di Al Kiswah Towers Hotel kota Makkah oleh KJRI Jeddah.

“Meski dimaksudkan untuk promosi produk-produk Indonesia, namun dengan penunjukan langsung tersebut dapat menimbulkan dugaan – dugaan yang kurang sehat, begitu juga dengan aktifitas kegiatannya yang lebih berorientasi bisnis ketimbang promosi. Padahal, banyak pengusaha makanan/catering lain di Saudi yang lebih berkompeten dan punya keinginan serta komitmen kuat dalam promosi namun tidak mendapatkan kesempatan sama seperti YB”, ungkap Ahmad Husin.

Penunjukan tersebut diketahui berdasarkan surat KJRI Jeddah perihal Promosi Produk Indonesia di Kiswah Hotel Mekkah Selama Musim Haji 1443 H dengan tembusan Konjen RI Jeddah dan Kepala ITPC Jeddah, yang ditandatangani oleh Siti Nizamiyah selaku Pelaksana Fungsi Ekonomi I tertanggal 29 Mei 2022 sangat disayangkan. Selain tidak adanya informasi atau sistim lelang terbuka, peluang tersebut seharusnya dapat diprioritaskan kepada WNI di Saudi Arabia yang bergerak di bidang UMKM kuliner nusantara sebagai pengelola,” ujar Ahmad Husen.

Kesempatan seperti ini harusnya dapat dijadikan bukti kehadiran negara baik dalam bentuk dukungan atau fasilitas, serta pembinaan terhadap WNI di Saudi Arabia yang bergerak di bidang UMKM kuliner yang dilakukan KJRI Jeddah sebagai Perwakilan Pemerintah RI agar bisa berkembang.

Adanya lapak dagangan kuliner nusantara di dalam hotel – hotel yang terdapat Jama’ah Haji Indonesia sebenarnya bukan hal yang pertama kali. Setiap tahun musim haji, banyak secara mandiri WNI di Saudi Arabia yang bergerak di bidang UMKM kuliner menyewa lapak di dalam hotel – hotel. Walaupun tetap bekerjasama dengan warga Saudi Arabia, keterlibatannya untuk persyaratan seperti diperlukannya tasreh (Surat Izin Usaha). Dan WNI yang bergerak di bidang UMKM kuliner tetap sebagai pengelola.” jelasnya.

Ahmad pun melanjutkan, walaupun tujuannya bukan semata mengejar keuntungan, tetapi sekaligus memperkenalkan berbagai produk makanan dan minuman Indonesia yang telah beredar di pasar Saudi Arabia kepada Jama’ah Haji dari Indonesia. Meski demikian, nilai bisnisnya pasti tetap ada dan sangat menggiurkan karena transaksi mencapai ratusan ribu Riyal, yang nantinya pihak ketiga akan mendapatkan keuntungan, karena di lapak tersebut terdapat transaksi jual beli. Sehingga, sangat baik sekali kalau keuntungan tersebut yang mendapatkan WNI di Saudi Arabia yang bergerak di bidang UMKM kuliner.

Inisiatif KJRI Jeddah tersebut sebenarnya sangat baik jika sebelumnya dikoordinasikan dengan baik dan diinformasikan secara terbuka. Penunjukan tersebut telah menimbulkan kecemburuan sosial dan menimbulkan persepsi kurang baik dari masyarakat terhadap KJRI Jeddah yang dapat menimbulkan dugaan dalam kegiatan ini. Hal ini telah menjadi sorotan baik itu masyarakat secara umum maupun komunitas WNI yang berada di Saudi Arabia.

Sebagai mitra dan pendukung utama Pemerintah RI, tentu kami mempunyai kewajiban memberikan saran, usulan, otokritik, dan mengawal. Dan apa yang disampaikan tersebut merupakan aspirasi masyarakat yang kami terima khususnya WNI di Saudi Arabia yang bergerak di bidang UMKM kuliner,” jelas Ahmad Husin, Wakil Ketua DPLN PDI Perjuangan Saudi Arabia Bidang Koperasi & UMKM, Ekonomi Kreatif, dan Ekonomi Digital.

DPLN PDI Perjuangan Saudi Arabia melalui Ketua, juga sudah menyampaikan serta berkomunikasi dengan Bapak Konsul Jenderal Republik Indonesia (Konjen), Eko Hartono mengenai catatan tersebut dan berharap praktik serupa tidak terulang kembali dimasa mendatang,” tutup Ahmad Husin.

Al Kiswah Towers Hotel di Makkah merupakan hotel yang disewa oleh Kementerian Agama RI melalui Teknis Urusan Haji KJRI Jeddah. Hotel tersebut memiliki 5 tower dengan daya tampung 25 ribu orang, untuk dipergunakan sebagai pemondokan bagi jama’ah haji Indonesia tahun 2022.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *